Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Maut di Sidoarjo, Pemotor Masuk Kolong Truk Tewas Terlindas
Advertisement . Scroll to see content

Rawan Longsor, 6 Kepala Keluarga di Ponorogo Mengungsi

Rabu, 20 Desember 2017 - 03:03:00 WIB
Rawan Longsor, 6 Kepala Keluarga di Ponorogo Mengungsi
Ilustrasi tanah longsor (Foto: iNews.id/Dok)
Advertisement . Scroll to see content

PONOROGO, iNews.id - Sebanyak enam kepala keluarga (KK) di kawasan rawan bencana longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengungsi di rumah darurat. Warga terpaksa mengungsi  lantaran munculnya retakan tanah di pekarangan dan lantai rumah mereka.

Keenam KK tersebut adalah keluarga Menan, Jimin, Paerah, Jemari, Wiji dan Katemi. Sejak beberapa hari lalu mereka menempati bilik-bilik rumah darurat yang sebelumnya digunakan pengungsi korban bencana longsor di desa tersebut April 2017 lalu.

"Kami takut tinggal di rumah karena muncul retakan baru. Retakan tidak hanya terjadi di pekarangan tapi juga di lantai rumah. Saya khawatir rumah saya longsor, maka sekarang tinggal di pengungsian ini," kata Paerah, salah seorang warga yang ikut mengungsi, Selasa (19/12/2017).

Rumah Paerah berada di dekat lokasi bencana longsor yang menimbun dan menewaskan 28 orang warga pada 1 April 2017 lalu. Beberapa hari lalu dia mengaku kaget saat mengetahui retakan tanah yang muncul di pekarangan, teras, dan lantai rumahnya.

Hal senada diungkapkan Menan, pengungsi lainnya. Pekarangan dan lantai rumahnya mengalami retak-retak, sehingga dia khawatir terjadi longsor susulan. "Saya sementara pilih tinggal di tempat pengungsian ini, karena takut terjadi bencana longsor lagi. Namun ternak kambing saya biarkan tetap berada di kandang dekat rumah," kata Menan.

Menurut Menan keberadaan mereka yang sekarang tinggal di pengungsian itu sudah diketahui oleh perangkat desa. Kebutuhan makan para pengungsi, kata Menan sudah dicukupi oleh pemerintah desa.

"Kebutuhan makan seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan lain sudah dicukupi. Namun kami belum tahu bagaimana nasib kami selanjutnya, apakah akan dibuatkan rumah di lokasi lain seperti pengungsi korban longsor sebelumnya, kami belum tahu," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Banaran Sarnu mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo.

"Saya hanya bisa melakukan koordinasi dengan BPBD, tidak tahu bagaimana nanti solusinya. Apakah bila tempat tinggal sudah dinyatakan aman, mereka dikembalikan lagi ke rumah masing-masing ataukah perlu dibuatkan rumah baru di tempat yang lebih aman, saya belum tahu," kata Sarnu.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut