Selidiki Kematian ASN dalam Mobil, Polisi Tunggu Hasil Labfor hingga Telusuri CCTV
SIDOARJO, iNews.id - Polisi masih menyelidiki kematian aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bangkalan dalam mobil dinas yang ditemukan di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Korban berinisial RJS yang diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan.
Satreskrim Polresta Sidoarjo memastikan penyelidikan kasus tersebut masih terus berjalan. Polisi kini mengumpulkan sejumlah keterangan dan bukti pendukung untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, mengatakan polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian RJS. Penyidik masih menunggu seluruh hasil pemeriksaan, termasuk dari laboratorium forensik.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar AKP Siko, Kamis (25/6/2026).
Kasus ini menjadi perhatian publik karena korban ditemukan meninggal dunia dalam mobil dinas yang terparkir di area tersibuk Bandara Juanda. Saat ditemukan, jasad korban telah mengalami pembusukan.
Dalam penyelidikan ini, polisi terus mendalami hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan saksi juga dilakukan untuk mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Selain itu, penyidik menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi parkir Bandara Juanda. Rekaman tersebut diharapkan bisa membantu mengungkap kronologi sebelum dan sesudah korban berada di dalam mobil dinas.
Dari pemeriksaan sementara visum, ditemukan luka robek di telinga kiri korban. Luka itu diduga akibat benturan atau kekerasan benda tumpul.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah RJS diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo. Tim forensik menemukan sejumlah tanda pada tubuh korban yang kini menjadi bagian dari pendalaman penyidik.
Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, menjelaskan luka robek ditemukan di bagian belakang telinga kiri korban.
“Dalam proses autopsi ditemukan luka robek di belakang telinga kiri yang diduga akibat kekerasan benda tumpul. Selain itu terdapat pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata dan kebiruan pada selaput lendir bibir,” ujar AKBP Ni Made Wiatini, Rabu (25/6/2026).
Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan di area parkir bandara.
Meski telah ditemukan sejumlah indikasi pada tubuh korban, polisi belum menyimpulkan apakah kematian RJS berkaitan dengan tindak pidana. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap organ dalam korban.
Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Tim Labfor Polda Jawa Timur. Hasil labfor nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan arah penyelidikan.
Editor: Donald Karouw