Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pria asal Banyuwangi Hilang Tenggelam saat Memancing di Pantai Bama Situbondo
Advertisement . Scroll to see content

Suami Istri Tersapu Longsoran Tebing di Situbondo, 1 Orang Tewas

Senin, 26 Februari 2018 - 17:35:00 WIB
Suami Istri Tersapu Longsoran Tebing di Situbondo, 1 Orang Tewas
Anggota TNI dibantu warga saat mengevakuasi korban longsor di Sutobondo, Jatim. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

SITUBONDO, iNews.id  - Sepasang suami istri asal Dusun Pelle Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur diterjang longsoran tebing setinggi 90 meter, Senin (26/2/2018).

Korban diketahui bernama Sugiarto dan istrinya, Nasumi. Sugiarto berhasil selamat setelah berpegangan pada kayu jati. Meski demikian, dia mengalami luka di kepala dan kedua kakinya akibat tertimpa bebatuan material longsor.

Sedang istrinya, Nasumi ditemukan warga dalam kondisi sudah tidak berjawa di jurang sungai sekitar 3 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Kepala Desa Kayumas, Jalil mengatakan longsor yang menimpa Sugiarto dan Nasumi berlangsung tiba-tiba. “Saat itu, Pak Sugiarto dan istrinya baru selesai nggarap sawah. Mereka kemudian berteduh di gubuk. Tiba-tiba tebing di belakang mereka longsor,” kata Jalil.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Bencana BPBD Situbondo, Gatot Trikorawan mengatakan pencarian kedua korban longsor dilakukan dengan peralatan seadanya oleh tim SAR gabungan dari BPBD, anggota TNI dan Polri, serta warga. Pencarian sempat terkendala kondisi medan yang cukup sulit dan terjal.

“Kami harus berjalan kaki sejauh 8 kilometer untuk mencapai lokasi. Medannya juga sangat berat, tapi alhamdulillah kami bisa menemukan korban sekitar 3 kilometer dari lokasi awal kejadian,” katanya.

Terkait kejadian itu, Gatot mengimbau kepada warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana terumta alongsor dan banjir. Sebab, dalam beberapa pekan terakhir hujan deras dengan intensitas tinggi masih akan melanda sejumlah wilayah.

Sementara itu, isak tangis dari keluarga dan kerabat korban pecah setelah Nasumi berhasil dievakusi tim SAR gabungan dan dibawa ke rumah duka. Anak korban yang telah lama menunggu di rumah langsung menangis histeris saat jasad ibunya dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

Anak korban tak menyangka ibunya yang berangkat pamit berkebun harus pulang dengan keadaan yang sudah meninggal.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut