Sumur Kuno Ditemukan di Jombang, Arkeolog Telusuri Jejak Permukiman Elite Kerajaan Medang
JOMBANG, iNews.id - Penemuan sumur kuno berusia sekitar 1.000 tahun di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membuka petunjuk baru tentang kehidupan masyarakat masa lampau. Arkeolog menduga struktur sumur tersebut berkaitan dengan kawasan permukiman elite pada era Kerajaan Medang, sekitar abad ke-10 Masehi.
Sumur kuno itu ditemukan secara tidak sengaja ketika seorang pekerja menggali tanah untuk membuat septic tank di depan rumah yang sedang dibangun. Saat penggalian mencapai kedalaman sekitar 1,5 meter, mata cangkul pekerja menyentuh benda yang awalnya dikira pecahan gerabah kuno.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, benda tersebut diketahui merupakan jobong, yakni struktur tanah liat bakar yang digunakan sebagai dinding atau tepian sumur pada masa lampau.
Tim arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur kemudian mendatangi lokasi untuk memeriksa sekaligus menyelamatkan temuan bersejarah tersebut. Dari hasil pengamatan, ditemukan empat lapisan jobong yang tersusun bertumpuk dari bagian atas hingga bawah.
Arkeolog BPK Jawa Timur, Indra Eka Widyajaya menjelaskan, jobong merupakan artefak yang dikenal sebagai bagian dari struktur sumur kuno.
"Penemuan ini merupakan sebuah artefak, disebut juga Jobong mungkin ada juga yang menyebutnya dengan perigi tapi umumnya di Jawa Timur itu disebut Jobong, yaitu dinding sumur," ujar Indra, Selasa (3/11/2026).
Proses penyelamatan tidak berjalan mudah karena kondisi jobong telah rapuh akibat termakan usia. Dua lapisan paling atas pecah ketika tanah di sekitarnya digali. Lapisan ketiga juga mengalami kerusakan, meski sebagian potongannya yang berukuran lebih besar berhasil diamankan untuk penelitian.
Sementara itu, lapisan keempat yang berada paling bawah tetap dibiarkan di lokasi karena dikhawatirkan rusak jika dipaksakan untuk dievakuasi.
Selain struktur jobong, petugas menemukan sejumlah pecahan bata merah kuno di dalam sumur. Ukuran bata tersebut memiliki kemiripan dengan material bangunan yang digunakan di Candi Pandegong, yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi penemuan.
Kesamaan material itu menjadi salah satu petunjuk bagi arkeolog untuk menelusuri keterkaitan sejarah antara lokasi penemuan dan kawasan Candi Pandegong. Berdasarkan temuan awal tersebut, sumur kuno itu diduga merupakan bagian dari kompleks permukiman elite yang sezaman dengan Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Mpu Sindok.
Meski demikian, usia dan keterkaitan sumur dengan permukiman elite Kerajaan Medang masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Sebagian potongan jobong telah diamankan sebagai sampel untuk kepentingan kajian arkeologi dan pelestarian.
Penemuan ini menambah petunjuk mengenai jejak kehidupan masyarakat kuno di wilayah Mojowarno, Jombang. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengungkap lebih jauh fungsi struktur sumur tersebut serta kaitannya dengan perkembangan permukiman pada masa Kerajaan Medang.
Editor: Kurnia Illahi