Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemilau Pekan Raya Ponorogo Hadirkan Konser Gratis, Bazar UMKM dan Pameran Inovasi
Advertisement . Scroll to see content

Tak Hanya Water Fountain, Plt Bupati Ponorogo Sebut Ada Pertunjukan Seni di Telaga Ngebel

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:11:00 WIB
Tak Hanya Water Fountain, Plt Bupati Ponorogo Sebut Ada Pertunjukan Seni di Telaga Ngebel
Pertunjukan seni di Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo bakla digelar setiap malam Minggu. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

PONOROGO, iNews.id– Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, bakal memiliki daya tarik baru pada malam hari. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berencana menggelar pertunjukan seni secara rutin setiap malam Minggu untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) memang diminta menyiapkan pementasan seni di kawasan dermaga Telaga Ngebel. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya bisa menikmati pertunjukan water fountain, tetapi juga menyaksikan berbagai pertunjukan dan hiburan saat berkunjung pada malam hari.

Pementasan tersebut direncanakan berlangsung setiap malam Minggu. Pertunjukan perdana bahkan telah digelar pada akhir pekan lalu.

Pemkab Ponorogo ingin melibatkan kelompok seni dari desa wisata hingga sekolah-sekolah di sekitar Telaga Ngebel. Beragam pertunjukan akan ditampilkan, mulai dari kesenian tradisional hingga kreasi modern.

Selain menghadirkan hiburan, Pemkab juga berencana menambah lampu penerangan di kawasan telaga. Penataan tersebut diharapkan membuat suasana malam lebih hidup, nyaman, dan menarik sehingga wisatawan betah berlama-lama.

Selain peningkatan penerangan, Plt Bupati Ponorogo juga menekankan pentingnya melibatkan pelaku kesenian dari lingkungan sekitar Telaga Ngebel. Ia ingin kesenian lokal mendapat kesempatan untuk tampil dan berkembang melalui kegiatan tersebut.

Pihaknya mencontohkan kesenian di Bali yang tumbuh dari lingkungan masyarakat setempat sebelum dikenal lebih luas oleh wisatawan.

“Di Bali itu ketika mereka menari Kecak itu, awalnya dari lingkungan dulu. Lingkungan yang ada di wilayah sana lalu berkembang. Kita belajar dari situ, makanya saya minta untuk di Ngebel ini, gimana bisa dari lingkungan dulu nanti baru mungkin ada dari luar," kata Lisdyarita.

Terkait jadwal pementasan, menurutnya ada baiknya disetiap Sabtu. Namun pelaksanaan dan teknis kegiatan nantinya diserahkan kepada Disbudparpora Ponorogo.

“Kalau saya sih mengusulkan setiap hari Sabtu ya. Bagaimana pementasan dan lain sebagainya nanti Pariwisata yang mengaturnya,” katanya

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut