Tragis! Pasutri di Tuban Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah
TUBAN, iNews.id - Pasangan suami istri (pasutri) di Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditemukan tewas di area persawahan. Keduanya diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasang di lahan pertanian.
Korban diketahui bernama Surip (49) dan Sulastri (60), warga setempat. Berdasarkan dugaan sementara, Sulastri lebih dahulu tersengat listrik saat hendak mencabut bibit cabai di ladang.
Melihat istrinya tersengat listrik, Surip diduga berusaha memberikan pertolongan. Namun, dia justru ikut tersengat aliran listrik hingga keduanya tewas.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Pardi, pemilik lahan. Sekitar pukul 05.30 WIB, saksi datang ke sawah dengan maksud mematikan aliran listrik pada jebakan tikus.
Namun, setibanya di lokasi, Pardi melihat sepeda motor terparkir dan dua orang tergeletak tidak bergerak. Dia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Desa Bulujowo yang selanjutnya meneruskannya ke Polsek Bancar.
Kasi Humas Polresta Tuban Iptu M Ikhsan menjelaskan, saksi awalnya datang ke lahan untuk mematikan aliran listrik jebakan tikus. Namun, dia justru menemukan dua orang dalam kondisi tidak bergerak.
"Pardi datang ke lahannya dengan maksud mematikan aliran listrik pada jebakan tikus. Setelah tiba di lokasi dan mematikan aliran listrik, dia melihat sepeda motor terparkir serta dua orang tergeletak dalam keadaan tidak bergerak. Selanjutnya, saksi menghubungi Kepala Desa Bulujowo, kemudian kepala desa melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bancar," ujar Iptu Ikhsan.
Setelah menerima laporan, petugas Polsek Bancar bersama Pamapta dan Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Tuban mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan, kedua korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Surip mengalami luka bakar pada bagian wajah dan kaki, sedangkan Sulastri mengalami luka bakar pada bagian tangan.
Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesma Tuban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Editor: Kurnia Illahi