Tragis! Pria di Jember Tewas Tertimpa Atap Apotek saat Tunggu Istri Beli Obat
JEMBER, iNews.id – Peristiwa tragis menimpa seorang pria di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Korban tewas seketika di lokasi kejadian usai tertimpa tembok plafon bagian depan apotek yang mendadak ambruk.
Insiden memilukan tersebut sempat terekam dalam rekaman video amatir warga sesaat setelah material bangunan berukuran besar itu menimpa tubuh korban.
Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa bermula saat korban mengantarkan istrinya untuk membeli obat di apotek tersebut. Saat sang istri masuk ke dalam area pelayanan apotek, korban memilih menunggu di area teras bagian depan.
Namun nahas, tanpa menunjukkan tanda-tanda kerusakan awal, struktur tembok plafon bagian depan bangunan apotek tersebut mendadak roboh dan langsung menghempas tubuh korban secara frontal.
Akibat impitan material beton bangunan, korban mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian. Warga di sekitar lokasi yang panik langsung berhamburan memberikan pertolongan dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit terdekat.
Warga setempat, Bungkas menuturkan, sebelum insiden terjadi, sempat melintas kendaraan truk berukuran besar yang diduga menyangkut jaringan kabel listrik di sekitar lokasi kejadian hingga menarik struktur atap.
"Beredar kabar di warga sebelum tembok plafon roboh, diduga ada truk besar yang menyangkut kabel listrik di sekitar lokasi. Namun informasi itu masih belum dipastikan," ujar Bungkas.
Kapolsek Jombang Iptu Imam Kusuma membenarkan insiden kecelakaan kerja/bangunan roboh yang merenggut nyawa warga tersebut.
"Benar ada kejadian seorang pria meninggal dunia tertimpa tembok plafon apotek. Hingga saat ini Satreskrim Polsek Jombang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menguak penyebab pasti ambruknya bangunan," kata IPTU Imam Kusuma, Minggu (30/8/2026).
Polisi telah memasang garis polisi (police line) di TKP serta memeriksa sejumlah saksi mata guna mengusut tuntas rangkaian kejadian sebelum insiden robohnya tembok plafon tersebut.
Editor: Kastolani Marzuki