Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG! Dugaan Penyebab dari Menu Dapur SPPG Diselidiki
Advertisement . Scroll to see content

Update Keracunan MBG di Sidoarjo: Korban Tembus 566 Orang, 88 Masih Dirawat

Rabu, 02 September 2026 - 14:53:00 WIB
Update Keracunan MBG di Sidoarjo: Korban Tembus 566 Orang, 88 Masih Dirawat
Sebanyak 566 orang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo. Pemeriksaan penyebab masih dilakukan. (Foto: iNews TV/PRAMONO)
Advertisement . Scroll to see content

SIDOARJO, iNews.id - Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Rabu (2/9/2026), tercatat 566 orang mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina membenarkan adanya penambahan korban. Jumlah tersebut meningkat 35 orang dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 531 kasus.

"531 ditambah 35. Kurang lebih 566 ya," ujar Lakhsmie, Rabu (2/9/2026).

Kasus dugaan keracunan ini tidak hanya dialami santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin. Siswa dari 19 lembaga pendidikan lain di wilayah Tanggulangin juga dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG yang sama pada Selasa (1/9/2026).

Keluhan yang paling banyak dirasakan korban berupa mual, muntah, dan pusing yang muncul beberapa waktu setelah mengonsumsi makanan.

"Sementara gejalanya mual, muntah, pusing itu saja yang paling banyak," kata Lakhsmie.

Dari total 566 orang yang terdata, sebanyak 88 pasien masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Meski demikian, kondisi seluruh pasien yang dirawat disebut dalam keadaan stabil dan belum membutuhkan penanganan khusus.

"Secara umum yang opname stabil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan sampai ke perawatan khusus. Dirawat inap biasa," ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengerahkan sejumlah fasilitas kesehatan untuk menangani para pasien, di antaranya RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Aisyiyah, RS Bhayangkara, RS Arafah Anwar, dan RS Assakinah Medika.

Sementara itu, sebanyak 470 pasien lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatan membaik. Pemulangan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari masing-masing pasien.

Pasien yang masih mengalami keluhan diminta tetap menjalani pemeriksaan lanjutan, sedangkan pasien yang sudah pulih dapat melanjutkan pengobatan sesuai arahan tenaga medis.

Hingga kini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan massal tersebut masih belum diketahui. Dinas Kesehatan Sidoarjo telah mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan laboratorium, mulai dari muntahan pasien hingga bahan makanan dari dapur SPPG Kalitengah.

Lakhsmie mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hari. Namun, investigasi tidak hanya berfokus pada kandungan makanan, melainkan juga mengevaluasi proses pengolahan hingga distribusi makanan.

"Yang perlu kita investigasi, SOP-nya dijalankan atau tidak. Dari makanan datang sampai dengan dikonsumsi itu kan ada batas waktunya, nah ini sudah betul atau tidak," ujarnya.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mencegah kasus serupa kembali terjadi pada pelaksanaan program MBG.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut