Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istri di Banyumas Jadi Tersangka Pembunuhan Suami, Diduga demi Menikah dengan Pria Lain
Advertisement . Scroll to see content

Usai Sebulan Dirawat, Vicky Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Perlu Pendampingan Psikologis

Rabu, 02 November 2022 - 15:42:00 WIB
Usai Sebulan Dirawat, Vicky Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Perlu Pendampingan Psikologis
Vicky Hermansyah (20), korban Tragedi Kanjuruhan, masih memerlukan pendampingan psikologis meski telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Direktur Utama RSUD Kanjuruhan Bobi Prabowo mengatakan, salah seorang korbantragedi Kanjuruhan bernama Vicky Hermansyah (20) sudah diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan selama sekitar satu bulan. Meski begitu, Vicky masih memerlukan pendampingan psikologis

"Masih perlu pendampingan dari sisi psikologis untuk tata laksana depresi pascatrauma," kata Bobi di Kabupaten Malang, Rabu (2/11/2022).

Bobi menjelaskan, Vicky menjalani perawatan karena mengalami cedera otak berat akibat hipoksia atau penurunan kadar oksigen dalam sel-sel tubuh yang membuat jaringan tubuh tidak bisa berfungsi secara normal.

Menurut dia, pemulihan kondisi otak pasien setelah mengalami hipoksia membutuhkan waktu.

"Untuk pemulihan, kira-kira untuk kasus seperti ini memang sulit diperkirakan. Bisa antara tiga hingga enam bulan untuk pemulihan secara sempurna," katanya.

Selain membutuhkan pendampingan psikologis, ia mengatakan, pasien juga memerlukan fisioterapi karena sebelumnya selama kurang lebih satu bulan harus menjalani perawatan di tempat tidur dan tidak bisa melakukan aktivitas lain.

"Fisioterapi juga perlu, karena sudah tinggal lama di tempat tidur. Fisioterapi untuk kaki, tangan, dan lehernya. Untuk kondisi psikologisnya juga harus tetap ditangani," katanya.

Vicky diperbolehkan pulang ke Kabupaten Sidoarjo setelah menjalani perawatan selama sekitar satu bulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan.

Dia dirawat karena terluka akibat kericuhan yang terjadi selepas pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 1 Oktober 2022 malam.

Kericuhan yang terjadi seusai pertandingan sepakbola di Stadion Kanjuruhan tercatat telah menyebabkan 135 orang meninggal dunia dan ratusan orang terluka.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut