Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daop 2 Bandung Desak Polisi Tangkap Pemotor Keroyok Penjaga Pelintasan di Garut
Advertisement . Scroll to see content

Viral Petugas Tertidur saat KA Brantas Melintas hingga Nyaris Tabrak Truk di Nganjuk

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:48:00 WIB
Viral Petugas Tertidur saat KA Brantas Melintas hingga Nyaris Tabrak Truk di Nganjuk
Tangkapan layar warga menggedor kaca pos jaga pelintasan untuk membangunkan petugas yang diduga tertidur saat KA Brantas melintas di Kertosono, Nganjuk. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

KERTOSONO, iNews.id – Video aksi sigap warga mencegah kecelakaan maut di pelintasan kereta api simpang Mengkreng, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, viral di media sosial

Insiden menegangkan tersebut dipicu petugas penjaga pelintasan yang diduga tertidur di dalam pos saat jadwal kereta melintas. Peristiwa itu terjadi, Selasa (21/7/2026) malam. Saat kejadian, Kereta Api (KA) Brantas hendak melintas dan kondisi lalu lintas tampak ramai.

Melihat palang perlintasan masih dalam posisi terbuka padahal suara sirine peringatan dan klakson kereta sudah terdengar, warga dan para pengendara di sekitar lokasi langsung mengambil tindakan cepat.

Tanpa ragu, sejumlah warga langsung pasang badan menghentikan laju kendaraan dari kedua arah, sementara warga lainnya berlari menuju pos penjagaan.

"Kereta sudah dekat dan klakson terus, tapi palang pintunya sama sekali belum turun. Beruntung warga langsung cepat tanggap menghentikan kendaraan dari arah Kediri maupun Jombang, lalu gedor-gedor kaca pos penjagaan," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian, Rabu (22/7/2026).

Setelah jendela pos digedor berulang kali oleh warga yang panik, petugas penjaga akhirnya terbangun dan bergegas menurunkan palang pintu perlintasan.

KA Brantas pun melintas dengan selamat tanpa memakan korban jiwa maupun kerusakan material. Aksi heroik dan kesigapan warga sekitar di perlintasan Mengkreng ini mendapat apresiasi luas. 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun membenarkan adanya insiden palang pintu perlintasan yang terlambat ditutup saat KA 152 Brantas relasi Pasarsenen–Blitar melintas di Mengkreng, Kertosono, Rabu (22/7/2026) dini hari pukul 01.48 WIB.

Manajemen KAI mengakui peristiwa tersebut murni dipicu oleh kelalaian petugas penjaga pintu perlintasan yang tidak menjalankan Prosedur Operasional Standar (SOP) pengamanan sebagaimana mestinya.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa pihak KAI Daop 7 Madiun langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut di lapangan.

KAI Minta Maaf

Mendapat informasi terkait kelalaian petugas di perlintasan Mengkreng, KAI Daop 7 Madiun langsung berkoordinasi dengan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Kertosono, Unit Jalan dan Jembatan (JJ) 7.3 Kertosono, serta tim pengamanan internal.

Petugas yang bertanggung jawab pada saat kejadian kini telah diproses untuk penanganan disiplin internal.

Tohari menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat dan para pengguna jalan atas ketidaknyamanan serta kekhawatiran yang timbul akibat insiden di Mengkreng tersebut.

Ia menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan merupakan prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar.

”Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang timbul akibat kejadian ini. Keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama KAI. Kami tidak mentoleransi setiap bentuk pelanggaran terhadap prosedur operasional yang dapat berpotensi menimbulkan risiko keselamatan,” kata Tohari, Rabu (22/7/2026).

KAI Daop 7 Madiun memastikan peristiwa ini menjadi bahan evaluasi total untuk memperketat pengawasan, memperdisiplin jajaran di lapangan, serta memastikan prosedur keselamatan dijalankan secara konsisten agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut