Viral Pria Pakai Rok Mini Joget Seronok saat Gerak Jalan Agustusan di Bangkalan
BANGKALAN, iNews.id – Aksi tak patut yang dipertunjukkan salah satu kelompok peserta pria dalam kegiatan lomba gerak jalan memperingati HUT ke-81 RI di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menuai kecaman masyarakat dan ulama.
Penyababnya, kelompok peserta pria tersebut tak hanya berdandan dan berpakaian ketat ala perempuan, tetapi juga bernyanyi serta berjoget sambil sesekali mengangkat rok mini secara serentak di hadapan penonton.
Aksi yang mendadak viral di media sosial itu terekam saat pelaksanaan lomba gerak jalan di jalanan umum Bangkalan. Dalam rekaman yang beredar, kelompok pria bergaun dan berok mini ini beberapa kali berhenti di sepanjang rute untuk menyajikan atraksi yang dinilai tidak pantas.
Sambil diiringi musik, mereka berjoget seronok dan sengaja mengangkat rok mini yang dikenakan. Sontak penampakan tersebut memicu sorotan tajam dan gelombang protes dari tokoh agama maupun masyarakat setempat, lantaran dianggap melanggar etika dan norma kesopanan.
Menanggapi polemik tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bangkalan selaku panitia penyelenggara langsung menyampaikan penyesalan mendalam dan permohonan maaf terbuka kepada publik.
Panitia menegaskan bahwa dalam aturan awal dan technical meeting, seluruh peserta sudah diwajibkan mematuhi rambu-rambu norma sosial serta kearifan lokal Bangkalan.
Kepala Dispora Kabupaten Bangkalan, Moawi Arifin mengatakan, kelompok pria berok mini tersebut sebenarnya tidak terdaftar secara resmi sebagai peserta lomba. Mereka disinyalir menyusup secara ilegal ke dalam barisan peserta lain di tengah rute.
"Terkait pakaian dan kerapian sudah dituangkan saat technical meeting, bahwasanya pakaian tidak boleh lepas dari nilai-nilai Kabupaten Bangkalan sebagai Kota Dzikir dan Sholawat. Kami atas nama panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat atas ketidaknyamanan ini," ujar Kadispora Bangkalan, Moawi Arifin, Selasa (11/8/2026).
Moawi memastikan, kelompok tersebut tidak mengantongi stempel registrasi ulang dari panitia. Pihaknya mengaku telah menerjunkan pengawas di sepanjang rute, namun karena keterbatasan personel di lapangan, penyusupan peserta ilegal tersebut sempat luput dari pemantauan petugas.
Editor: Kastolani Marzuki