Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siswa SMP Meninggal Diduga Korban Bullying saat MPLS di Pemalang, Keluarga Minta Keadilan
Advertisement . Scroll to see content

Viral Siswi SD di Jember Diduga Jadi Korban Bullying, Dijambak hingga Ditendang

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:07:00 WIB
Viral Siswi SD di Jember Diduga Jadi Korban Bullying, Dijambak hingga Ditendang
Tangkapan layar video siswi SD di Jember diduga jadi korban bullying viral di media sosial. (Foto: iNews TV/Bambang Sugiarto)
Advertisement . Scroll to see content

JEMBER, iNews.id - Video dugaan perundungan terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) di Selodakon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, viral di media sosial. Korban dalam rekaman terlihat mendapat perlakuan kasar dari sejumlah anak saat diduga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.

Dalam rekaman video, kerudung korban terlihat ditarik hingga rambutnya dijambak. Korban juga diduga dipukul dan ditendang oleh sejumlah anak perempuan lainnya yang lebih besar. Rekaman kejadian tersebut kemudian beredar luas di media sosial.

Peristiwa itu diduga melibatkan siswi SD Negeri Selodakon 04 sebagai korban. Sementara sejumlah anak yang diduga terlibat disebut berasal dari SD Negeri Selodakon 01 dan 02.

Dugaan perundungan tersebut terjadi ketika berlangsung kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Video kejadian kemudian diduga disebarkan oleh teman dari anak yang terlibat.

Beredarnya rekaman tersebut langsung mendapat perhatian dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Jember. Sekolah bersama dinas terkait kemudian mempertemukan sejumlah pihak untuk mencari penyelesaian. Wali murid serta unsur TNI-Polri juga dilibatkan dalam proses mediasi.

Kepala SD Negeri Selodakon 04 Encep Sulaiman berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan dan tidak kembali terulang.

"Harapannya semoga permasalahan ini cepat teratasi dan di lain waktu tidak terjadi lagi. Karena suasana sekarang ini masih panas, kamu upayakan mediasi," katanya, Senin (10/8/2026).

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Titin Agustin mengatakan proses mediasi masih terus dilakukan. Penyelesaian diharapkan dapat menemukan titik terang sehingga seluruh pihak dapat kembali rukun. Proses belajar mengajar di sekolah juga diharapkan kembali berjalan normal.

"Mediasi masih terus berjalan, mudah-mudahan ada titik terang. Ini sesuatu yang tidak kita diinginkan, harapannya tidak terjadi lagi dan tetap saling kekeluargaan," katanya.

Pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Mediasi masih menjadi langkah yang ditempuh bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut