Soroti Tuntutan Digital di HKG 2026, Bupati Landak: Esensi PKK Itu Pemberdayaan Perempuan
NGABANG, iNews.id - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyoroti tren perlombaan pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang belakangan ini dinilai terlalu didominasi oleh pemanfaatan internet dan media sosial.
Hal ini disampaikan Karolin saat secara resmi melepas 38 orang kontingen Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Landak menuju ajang HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (25/7/2026).
Karolin mengingatkan agar para kader PKK tidak melupakan esensi utama gerakan tersebut. Menurutnya, tuntutan perlombaan pembuatan konten video atau vlog terkadang justru merepotkan ibu-ibu PKK.
"Sekarang ini agak banyak ya yang melibatkan video, internet, media sosial dan sebagainya. Malah menurut saya terlalu banyak. Kita juga agak kebingungan, ibu-ibu pasti kerepotan mengurusi media sosial. Memang agak bablas kalau menurut saya," ujarnya.
Meski demikian, Bupati Karolin menilai tren ini bisa diambil nilai positifnya, yakni sebagai sarana penyuluhan yang dianggap efektif dan efisien di masa kini. Namun, dia kembali menegaskan bahwa pemberdayaan tetap menjadi roh utama dari setiap program PKK.
"Pada hakikatnya PKK itu adalah bagaimana kita memberdayakan perempuan, kan tidak harus selalu melalui media sosial," tuturnya.