Demam Berdarah Diduga Mewabah di Kotabaru, 1 Meninggal dan 10 Dirawat
KOTABARU, iNews.id - Penyebaran penyakit demam berdarah diduga mewabah di Desa Teluk Kemuning, Kecamatan Pulau Laut, Kepulauan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Penyakit itu merebak dalam beberapa hari terakhir dan sudah memakan satu orang korban jiwa.
Kepala Desa Kemuning, Sabri mengatakan, penyakit yang diduga demam berdarah itu sebenarnya sudah terjadi selang dua hingga tiga hari yang lalu. Namun pemerintah desa baru mendeteksi sejak kemarin dan Kamis (8/2/2018) hari ini.
Selain satu orang korban meninggal dunia, ada sedikitnya 10 orang pasien lainnya yang saat ini sedang dalam perawatan. Para pasien didominasi anak-anak usia sekolah. Mereka terpaksa dirawat di balai desa, lantaran jarak tempuh ke puskesmas yang ada di kecamatan cukup jauh, sekitar satu jam perjalanan. Pasien menjalani perawatan dengan berbaring di lantai beralas kasur, sementara tali rafia dibentangkan untuk menggantung kantong infus.
"Warga kami yang sakit sementara ini dirawat di balai desa untuk ditangani dan memudahkan petugas medis memberikan pelayanan," kata Sabri.
Dia menambahkan, pemerintah desa telah melaporkan kasus dugaan demam berdarah tersebut ke pemerintah kabupaten (Pemkab) Kotabaru agar mengirimkan bantuan tenaga medis serta obat-obatan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, Ernawati mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan atas maraknya kasus diduga demam berdarah di enam RT di Desa Teluk Kemuning.
Sebagai tindaklanjut, tim pengasapan atau fogging dikirim bersama pasokan obat-obatan dan logistik pendukung seperti kelambu untuk dibagikan kepada masyarakat. "Jadi ada dugaan demam berdarah, tindaklanjut yang sudah kami ambil menyiapkan fogging, logistik, dan pembagian kelambu," ujar Ernawati.
Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan dugaan tersebut serta penyebab penyebarannya. Sembari itu pihaknya melakukan pelayanan kesehatan kepada warga yang menderita penyakit. "Sambil berjalan kami berikan obat serta pembagian abate. Insya Allah saya sendiri yang turun ke lapangan untuk melihat langsung penanganan," ucapnya.
Ernawati menambahkan, perawatan para korban tetap dipusatkan di balai desa. Pihaknya juga telah mengerahkan tenaga medis dari puskesmas-puskesmas di kecamatan lain yang terdekat, untuk membantu penanganan para pasien. Kecuali jika pasien memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru.
Editor: Donald Karouw