Helikopter Jatuh di Seruyan, Gubernur Kalteng Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya 2 Prajurit
SERUYAN, iNews.id – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI AD dalam insiden jatuhnya Helikopter Mi-17.
Insiden tragis itu terjadi saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
"Kami mengucapkan turut berbelasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Semoga para prajurit yang gugur dalam tugas mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ungkap Agustiar saat menjenguk para prajurit yang selamat dalam insiden itu di RSUD Kuala Pembuang.
Turut mendampingi, Pangdam XXI/Tambun Bungai Mayjend TNI Zainul Arifin bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Setiawan.
Panglima Kodam XXI/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin memastikan, dari total delapan kru di dalam helikopter nahas tersebut, dua prajurit dinyatakan gugur, satu orang masih hilang dalam pencarian, serta lima orang lainnya selamat dan tengah menjalani perawatan medis.
“Dari delapan kru helikopter, dua orang dipastikan meninggal dunia, satu orang masih dalam proses pencarian, dan lima prajurit lainnya berhasil selamat serta saat ini dirawat di RSUD Kuala Pembuang,” kata Mayjend TNI Zainul Arifin, Rabu (4/11/2026).
Dua prajurit TNI AD yang gugur dalam misi kemanusiaan tersebut adalah sang Pilot, Mayor Cpn Dudi, dan Serda Heri. Sementara satu kru yang masih dalam pencarian dan diduga terjebak di dalam badan helikopter di dasar perairan adalah Lettu Cpn Hafiz.
Adapun lima prajurit selamat yang kini dirawat di RSUD Kuala Pembuang yakni Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Serda Sardi, Serka Kadiya, dan Pratu Gilang.
Berdasarkan kronologi resmi kepolisian dan TNI AD, helikopter Mi-17 HA-5235 tersebut mulai memanaskan mesin (start engine) pada pukul 09.55 WIB dari Kuala Pembuang menuju area sasaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat.
Namun pada pukul 11.18 WIB, helikopter tiba-tiba mengalami gangguan teknis (trouble) tepat di saat proses pengambilan air (water bombing) di perairan laut Desa Sungai Perlu.
Proses evakuasi para korban via udara dan laut langsung dikerahkan mulai pukul 12.30 WIB menuju landasan Bandara Kuala Pembuang. Menggunakan iring-iringan ambulans, para korban dilarikan ke RSUD Kuala Pembuang guna mendapat perawatan intensif.
Editor: Kastolani Marzuki