Karhutla di Kalteng Meluas, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing Percepat Pemadaman
PALANGKA RAYA, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih terus meluas seiring musim kemarau dan cuaca ekstrem. Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana menambah helikopter water bombing guna memperkuat pemadaman dari udara.
Karhutla masih menjadi ancaman serius di Kota Palangkaraya dan sejumlah kabupaten di Kalteng. Cuaca kering yang disertai angin kencang membuat api cepat menyebar sehingga menyulitkan upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan.
Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang terdiri atas Dinas Kehutanan, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni serta sejumlah instansi terkait terus mengintensifkan penanganan di berbagai titik kebakaran.
Selain di Kabupaten Kotawaringin Timur, fokus penanganan kini diprioritaskan di tiga lokasi dengan tingkat kebakaran terparah, yakni Jalan Damang Gusti, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kelurahan Kameloh Baru, serta kawasan Jalan Trans Kalimantan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.
Petugas menghadapi berbagai kendala saat memadamkan api, mulai dari angin kencang, keterbatasan sumber air, asap pekat yang mengurangi jarak pandang, hingga medan yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan personel lebih banyak.
Di Desa Tumbang Nusa, luas lahan yang terbakar terus bertambah. Bahkan, kobaran api dilaporkan telah mendekati Jalan Trans Kalimantan, sementara kabut asap mulai mengganggu jarak pandang para pengguna jalan.
Menghadapi kondisi tersebut, BNPB telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalteng untuk memperkuat langkah penanganan. Selain melanjutkan operasi modifikasi cuaca, BNPB juga akan menambah armada helikopter water bombing agar pemadaman dari udara lebih efektif, terutama di kawasan yang sulit dijangkau tim darat.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan penambahan helikopter diharapkan dapat mempercepat pengendalian karhutla sekaligus meminimalkan perluasan area yang terbakar.
"Yang sekarang ada untuk WB ada tiga pesawat, tadi pak gubernur meminta dan saya menyanggupi secara bertahap. Permintaan beliau ada tujuh, mungkin dalam satu minggu ini ada satu tambahan lagi WB," ujar Letjen TNI Surharyanto.
Di sisi lain, aparat kepolisian terus menyelidiki penyebab kebakaran lahan. Sebelumnya, Polres Pulang Pisau telah menetapkan delapan tersangka kasus pembakaran lahan di Desa Tumbang Nusa yang menghanguskan puluhan hektare lahan.
Pemerintah berharap penguatan operasi darat dan udara dapat mempercepat pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah sehingga dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.
Editor: Kurnia Illahi