Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penampakan dari Udara Kebakaran 6 Hektare Lahan Gambut, Asap Tebal Selimuti Palangka Raya
Advertisement . Scroll to see content

Palangka Raya Dikepung Kabut Asap! Kebakaran Lahan Gambut Meluas 20 Hektare

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:28:00 WIB
Palangka Raya Dikepung Kabut Asap! Kebakaran Lahan Gambut Meluas 20 Hektare
Petugas gabungan berjibaku memadamkan lahan gambut Palangka Raya yang terbakar lebih dari dua hektare di Kecamatan Jekan Raya, Kalimantan Tengah. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

PALANGKA RAYA, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), terus meluas seiring cuaca ekstrem dan musim kemarau

Maraknya titik api yang membakar lahan gambut kini memicu munculnya kabut asap yang mengancam kesehatan masyarakat.

Salah satu titik Karhutla terparah melanda kawasan Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sabangau. Api diketahui telah membakar area hutan dan lahan gambut selama beberapa hari terakhir dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, luas lahan yang terbakar di kawasan Sabangau diperkirakan telah mencapai 20 hektare.

Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif oleh Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng bersama BPBD Kota Palangkaraya dan personil gabungan lainnya.

Kendati demikian, proses pemadaman di lapangan menemui kendala berat. Selain cuaca panas terik dan hembusan angin kencang yang mempercepat penyebaran api, struktur tanah gambut yang dalam membuat titik api tersembunyi mudah muncul kembali ke permukaan.

Tak hanya itu, petugas juga mengalami krisis sumber air di lokasi kejadian lantaran mayoritas saluran air dan parit mengering akibat kemarau.

Guna mendukung kelancaran operasi pemadaman basah, tim gabungan mendatangkan pasokan air secara berulang menggunakan mobil tangki air agar proses penyiraman tidak terputus.

"Kondisi lahan gambut yang dalam membuat api sangat mudah muncul kembali meski permukaan sudah disiram. Kendala utama kami di lapangan adalah minimnya sumber air karena saluran-saluran air sekitar sudah mengering, sehingga kami harus mengandalkan suplai dari mobil tangki," ujar personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Rudy, Selasa (28/7/2026).

Dampak dari maraknya kebakaran lahan ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Palangkaraya. Sebaran kabut asap tipis hingga sedang mulai mengancam kesehatan warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

Mengantisipasi gangguan pernapasan (ISPA) akibat paparan kabut asap, tampak sejumlah pengendara roda dua di jalan raya mulai kembali mengenakan masker saat berkendara.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut