Kebakaran Hebat di Samarinda Hanguskan 5 Ruko, Warga Panik Berhamburan Keluar
SAMARINDA, iNews.id – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Jalan Suryanata, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (8/8/2026) dini hari. Kobaran api menghanguskan sedikitnya lima bangunan yang terdiri atas rumah toko (ruko) sembako dan rumah warga.
Diduga pemicu kebakaran berasal dari korsleting arus listrik yang diawali dengan suara ledakan pada meteran listrik salah satu rumah warga.
Kebakaran yang terjadi pada dini hari itu membuat panik warga karena api cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Struktur bangunan serta barang dagangan berupa sembako yang mudah terbakar membuat si jago merah makin sulit dikendalikan.
Para penghuni rumah dan warga sekitar berhamburan ke luar bangunan sambil berupaya menyelamatkan harta benda berharga milik mereka.
"Api pertama kali muncul dari bagian dapur rumah warga. Dalam waktu singkat, jalaran api langsung membesar dan merambat ke bangunan ruko di sebelahnya," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian, Hata, Sabtu (8/8/2026).
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda menerjunkan personel dari tiga posko serta memobilisasi empat unit mobil tangki, didampingi puluhan relawan untuk menjinakkan kobaran api.
Proses pemadaman memakan waktu sekitar satu jam hingga situasi benar-benar kondusif.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto menjelaskan, jajarannya sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan saat melakukan pemadaman.
"Akses jalan menuju lokasi cukup sempit, ditambah banyaknya warga yang menyemut untuk melihat kejadian, serta keterbatasan sumber air di sekitar TKP. Namun, tim gabungan berhasil melakukan penyekatan sehingga api tidak meluas lebih jauh," kata Akhmad Supriyanto.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Berdasarkan data sementara, lima unit bangunan ruko dan rumah dipastikan hangus terbakar.
Hingga kini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendataan total kerugian materiil serta menyelidiki penyebab pasti terjadinya kebakaran.
Editor: Kastolani Marzuki