Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dilanda Kekeringan, Harga Beras di Mahakam Ulu Melambung Rp1 Juta per Karung
Advertisement . Scroll to see content

Mahakam Ulu Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Harga Sembako Melonjak 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:15:00 WIB
Mahakam Ulu Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Harga Sembako Melonjak 
Sungai Mahakam yang melintasi Kabupaten Mahakam Ulu menyusut drastis hingga memicu lonjakan harga sembako imbas kekeringan parah. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

MAHAKAM ULU, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menetapkan status siaga daruratbencana kekeringan yang berlaku mulai Rabu (19/8/2026). Penetapan status ini berlaku selama satu pekan ke depan dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi debit air di lapangan. 

Melalui status ini, Pemkab Mahakam Ulu menyiapkan langkah penanganan darurat termasuk penyaluran bantuan pangan dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, meski pengiriman ke area pelosok masih terkendala modal transportasi. 

"Status siaga darurat ini ditetapkan sebagai langkah untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah menyusutnya Sungai Mahakam," ujar Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan, Kamis (20/8/2026).

Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu telah berdampak serius pada perekonomian warga. 

Harga kebutuhan pokok terutama beras melambung tinggi hingga mencapai Rp1 juta per karung. Sedangkan harga pertalite mencapai Rp35.000 per liter.

Kenaikan harga beras dan BBM tersebut imbas menyusutnya debit air Sungai Mahakam yang memicu kelumpuhan moda transportasi air. Armada kapal penumpang dan kargo berukuran besar tidak dapat melintas.

Terhambatnya arus distribusi pasokan barang memicu lonjakan harga kebutuhan pokok yang sangat drastis. Harga beras kemasan 25 kilogram yang semula berkisar Rp600.000 kini melambung tinggi hingga menembus Rp1 juta per karung. Sementara itu, harga BBM jenis Pertalite di permukiman pedalaman melonjak hingga Rp35.000 per liter. 

Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berupaya mencari solusi jalur distribusi alternatif agar krisis pangan dan energi di wilayah hulu Mahakam tidak semakin meluas.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut