Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, 11 Kali Erupsi Muntahkan Abu Vulkanik 300 Meter
JAKARTA, iNews.id – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat. Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sepanjang Rabu (26/8/2026) dini hari hingga sore ini, Gunung Anak Krakatau telah 11 kali erupsi dengan meluncurkan abu vulkanik tertinggi 300 meter.
Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api, erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi pukul 00.33 WIB. Namun, kolom abu tidak teramati secara visual. Erupsi kembali terjadi satu jam kemudian, tepatnya pukul 01.32 WIB.
Selanjutnya, pukul 02.52 dan 02.59 WIB. Disusul erupsi pukul 06.03 WIB dengan kolom abu 150 meter, dan pukul 06.34 WIB dengan kolom abu 200 meter.
Erupsi kemudian berlanjut pukul 07.00 dan 08.40 WIB dengan kolom abu 200 meter. Selanjutnya, erupsi pukul 09.31 WIB, kolom abu 100 meter dan 13.43 WIB, serta pukul 15.31 WIB dengan tinggi abu vulkanik 300 meter.
Kolom abu hasil letusan teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Material vulkanik tersebut bergerak ke arah barat daya dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 26 detik.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 15:31 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 457 m di atas permukaan laut)," tulis Badan Geologi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta meningkatkan kewaspadaan.
PVMBG juga mengimbau agar tidak ada aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Larangan tersebut diberlakukan untuk menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Editor: Kastolani Marzuki