Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dentuman Misterius Terdengar di Bandung, Benarkah dari Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Selimuti Sejumlah Wilayah Pringsewu

Minggu, 06 September 2026 - 07:16:00 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Selimuti Sejumlah Wilayah Pringsewu
Gunung Anak Krakatau erupsi dan menghasilkan fenomena air mancur lava setinggi hingga 400 meter, Jumat (4/9/2026) malam. (Foto: PVMBG)
Advertisement . Scroll to see content

PRINGSEWU, iNews.id Abu vulkanik yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu malam (5/9/2026).

Partikel debu halus terasa di Pekon Wates dan sejumlah wilayah sekitarnya. Kondisi serupa juga dirasakan warga Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo.

Warga menyebut partikel debu cukup mengganggu ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat berkendara. Debu halus tersebut membuat mata terasa pedih dan mengganggu jarak pandang

Salah seorang warga, Wahyudi, mengatakan debu terasa ketika dirinya berkendara di tengah kondisi tersebut.

“Kalau berkendara mata terasa pedih. Masyarakat sebaiknya menggunakan kacamata dan masker jika berada di luar rumah,” ujar Wahyudi, Sabtu (5/9/2026) malam.

Kondisi ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah. Masker dan kacamata dapat digunakan untuk mengurangi paparan partikel debu yang masuk ke saluran pernapasan maupun mata.

Berdasarkan informasi kebencanaan yang diterima, hujan abu vulkanik juga dilaporkan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Tanggamus setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Arah angin menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat membawa material abu vulkanik ke wilayah lain. Dengan kondisi angin saat ini, abu vulkanik berpotensi terbawa menuju Kabupaten Pringsewu.

Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya paparan abu vulkanik. Warga yang harus bepergian disarankan menggunakan masker, kacamata, dan perlengkapan pelindung lainnya.

Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi pemerintah dan instansi kebencanaan. Langkah tersebut penting untuk memastikan warga mendapatkan informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Selain menjaga kesehatan dan keselamatan saat berada di luar rumah, masyarakat diminta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat bencana maupun kebakaran.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut