Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komplotan Begal Sadis di Lampung Ditangkap Saat Sembunyi di Kontrakan Tangerang
Advertisement . Scroll to see content

Kena Hipnotis, Siswi SMP Jadi Korban Perkosaan Oknum Pengurus Parpol

Kamis, 04 Januari 2018 - 14:00:00 WIB
Kena Hipnotis, Siswi SMP Jadi Korban Perkosaan Oknum Pengurus Parpol
Ilustrasi. (dok Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

BANDAR LAMPUNG, iNews.id – Seorang siswi SMP (16) asal salah satu sekolah di Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengaku telah menjadi korban hipnotis yang berujung pada pemerkosaan.

Korban yang trauma dan merasa terancam didampingi orang tua melaporkan peristiwa kelam tersebut ke Mapolda Lampung, Kamis (4/1/2018) pagi. Dia mengatakan, selama dua tahun terakhir menjadi korban pemerkosaan.

Dia menceritakan, awal pertemuan dengan pelaku terjadi secara tidak sengaja di toko dekat rumahnya pada 2016. Korban yang tidak mengenal pelaku tiba-tiba mengikuti semua yang diucapkannya. “Saya nurut aja semua yang dia (pelaku) bilang, seperti kena hipnotis begitu,” tutur korban.

Pelaku lalu membawanya ke rumah kontrakan di Perumahan Polri di depan Taman Kota Agung. Di rumah itu, pelaku lalu menyuruhnya membuka semua baju dan melayaninya. “Pelaku menyuruh saya diam dan jangan ribut. Semua yang dia bilang harus saya turuti. Kalau saya bantah, dia melakukan kekerasan,” ujarnya.

Korban sempat melawan dan berontak. Tapi, tidak berdaya karena berada di bawah ancaman dan intimidasi pelaku. Seusai 30 menit melayani pelaku, korban disuruh pulang ke rumah.

Setahun kemudian, pelaku yang belakangan diketahuinya sebagai pengurus parpol itu menghubungi via Whattapps dan menyuruh datang ke rumahnya. Bila menolak, dia mengancam akan menyebarkan peristiwa sebelumnya ke teman-teman sekolah korban. Korban akhirnya datang dan kembali dipaksa melakukan hal sama.

Pelaku kembali menghubunginya belum lama ini dan meminta dilayani kembali. Kali ini bila tidak dituruti, pelaku mengancam akan menyebarkan hubungan mereka ke guru dan orang tua korban. “Total sudah tiga kali saya melayani pelaku, yang ketiga sampai lama dibanding yang pertama dan kedua,” tuturnya.

Trauma dan terus terancam, korban lalu menceritakan hal itu kepada orang tua. Mereka lalu mendatangi Mapolda Lampung untuk melaporkan perbuatan cabul pelaku.

Saat ini, kondisi korban ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Lampung. Polisi masih menyelidiki dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, terkait peristiwa kekerasan seksual yang dialami korban.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut