Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Langsung Dielap! Ini Cara Membersihkan Mobil yang Kena Abu Vulkanik Anak Krakatau
Advertisement . Scroll to see content

Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 10 Kecamatan di Tanggamus Diguyur Hujan Abu

Minggu, 06 September 2026 - 11:14:00 WIB
Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 10 Kecamatan di Tanggamus Diguyur Hujan Abu
Ilustrasi hujan abu Gunung Anak Krakatau kembali mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Minggu (6/9/2026). (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

TANGGAMUS, iNews.id - Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kembali dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, Minggu (6/9/2026). Memasuki hari kedua, abu vulkanik menyebar ke sedikitnya 10 kecamatan dan membuat kondisi di sejumlah permukiman terganggu.

Sebaran abu dilaporkan terjadi di Kecamatan Kota Agung, Wonosobo, Semaka, Bandar Negeri Semuong, Kota Agung Barat, Kota Agung Timur, Gisting, Kelumbayan, Limau, serta sejumlah wilayah lainnya.

Dampak cukup signifikan terjadi di Kecamatan Pematang Sawa dan Cukuh Balak. Di Pekon Tampang Tua, Kecamatan Pematang Sawa, abu dilaporkan turun cukup tebal hingga membuat langit terlihat redup.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan dan langkah mitigasi kepada instansi terkait hingga tingkat pekon.

Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD, serta pemerintah daerah.

Warga di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah ketika hujan abu terjadi. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan diminta mendapat perhatian lebih.

Bagi warga yang terpaksa keluar rumah, penggunaan masker atau pelindung pernapasan serta kacamata pelindung sangat dianjurkan. Pintu, jendela, dan ventilasi rumah juga sebaiknya ditutup untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.

Sumber air dan tempat penampungan air juga perlu ditutup agar tidak tercemar abu vulkanik. Makanan dan minuman yang terkena abu harus dibersihkan sebelum dikonsumsi.

Upaya mitigasi juga dilakukan pemerintah pekon di sejumlah wilayah terdampak. Di Pekon Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Kepala Pekon Marhawi membagikan masker kepada warga.

Marhawi mengatakan, abu vulkanik mulai dirasakan masyarakat sejak Sabtu siang. Pemerintah pekon kemudian bergerak membagikan masker setelah menerima imbauan dari pemerintah daerah.

“Kami langsung turun dan membagikan masker kepada warga. Kami juga mengimbau agar warga mengurangi aktivitas di luar dan menggunakan masker apabila harus keluar rumah,” ujar Marhawi, Minggu (6/9/2026).

Sementara itu, warga Pematang Sawa melaporkan abu cukup tebal di sejumlah lokasi, termasuk wilayah Pulung Bayang dan Cukupala di kawasan Pulau Tabuan.

Pengendara kendaraan juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin.

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tetap mengutamakan keselamatan. Warga diminta memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga terkait.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut