Aparat Gabungan TNI-Polri Dikerahkan Amankan Areal Freeport dari KKB
TIMIKA, iNews.id - Ratusan personel gabungan dari TNI dan Polri, menggelar apel gabungan bersama sebagai persiapan untuk melakukan operasi penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang terus melancarkan aksi teror di sekitar kawasan Tembagapura termasuk ke warga sipil yang sudah semakin brutal.
Apel gabungan TNI-Polri dalam rangka Operasi penegakan hukum tersebut bertajuk "Operasi Satgas Terpadu Penanggulangan KKB Papua" dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, didampingi Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit, para pejabat TNI-POLRI dan diikuti oleh kurang lebih 500 personel TNI-Polri, digelar di Markas Polres Mimika, Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Senin (6/11/17) pagi.
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar dalam amanatnya pada apel kesiapsiagaan Satgas Terpadu ini mengatakan, operasi ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti meningkatnya eskalasi situasi keamanan di Papua. Di Papua sendiri, terutama di wilayah Tembagapura dalam beberapa bulan terjadi beberapa kali aktivitas penyerangan terhadap petugas, karyawan PTFI, dan masyarakat yang dilakukan oleh anggota KKB.
Boy Rafli menegaskan, ancaman yang datang tentunya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena sudah sangat mengganggu kedaulatan negara, stabilitas keamanan, dan mengancam keselamatan warga sipil. Sebagai unsur negara, aparat keamanan bersama-sama hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan warga Negara dari berbagai ancaman yang ada.
“Yang kita hadapi ini sekelompok orang yang merugikan masyarakat. Sehingga bagaimana melumpuhkan agar tindakan itu tidak dilanjutkan lagi. Karena itu, saya berharap kehati-hatian di lapangan dan kewaspadaan dan kejelian, serta menghomarti nilai HAM,” imbuhnya.
Kapolda menambahkan, para anggota yang melaksanakan operasi tidak perlu ragu dengan masalah HAM. Sebab yang akan dilumpuhkan adalah pelaku kejahatan yang berintensitas tinggi dan membawa senjata api. Karena itu, menurut Kapolda ketelitian dan kewaspadaan menjadi syarat utama dalam bertugas. Ditambah dengan koordinasi yang baik sangat diperlukan, termasuk rencana terhadap segala tindakan di lapangan.
Kapolda sekali lagi mengingatkan, bahwa petugas tidak perlu ragu, karena tugas operasi ini berdasarkan undang undang. Dimana Indonesia merupakan Negara hukum dan sudah menjadi kewajiban aparat melakukan penegakan hukum. “Jadi kita akan melakukan beberapa kegiatan awal untuk mantapkan kegiatan untuk diimplementasikan di lapangan. Koordinasi dan kerjasama sangat penting. Ditambah dengan doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Karena apapun, Tuhan yang menentukan apa yang kita rencanakan. Dan kita perlu mengundang intervensi Tuhan untuk kesuksesan tugas kita,” pungkasnya.
Editor: Kastolani Marzuki