Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI Kontak Tembak dengan OPM saat Evakuasi Jasad 3 Warga Sipil di Yahukimo
Advertisement . Scroll to see content

Kontak Tembak dengan TNI di Yahukimo, 2 Anggota OPM Tewas

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:52:00 WIB
Kontak Tembak dengan TNI di Yahukimo, 2 Anggota OPM Tewas
Prajurit TNI kontak tembak dengan anggota OPM saat operasi evakuasi jenazah warga Papua di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

YAHUKIMO, iNews.id – Dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Koops Habema di wilayah Kali Fis, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Kontak senjata terjadi saat pasukan TNI melaksanakan operasi evakuasi jenazah seorang warga Papua yang diduga menjadi korban penembakan kelompok tersebut.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, kontak tembak terjadi ketika personel Satgas Koops Habema mendapat serangan dari kelompok bersenjata saat menjalankan misi evakuasi.

Menurutnya, prajurit TNI kemudian mengambil tindakan tegas sesuai prosedur setelah mendapat serangan. Dalam operasi tersebut, dua anggota OPM atau dikenal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tewas, sedangkan anggota lainnya melarikan diri ke kawasan hutan.

"2 OPM yang telah membunuh warga sipil di Yahukimo. Mereka sebelumnya dengan membabibuta menembaki pasukan TNI yang melaksanakan pengejaran. Kemudian dengan teknik bertempur yang efektif kami bisa melaksanakan tegas dan terukur," ujar Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Operasi tersebut diawali dengan evakuasi jenazah Teina Alya yang diduga menjadi korban penembakan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo. 

Jenazah korban ditemukan di dasar lembah curam di sekitar Kali Kolaf dan dievakuasi menggunakan teknik rappelling karena kondisi medan yang sulit.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah Teina Alya dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dekai. Pihak keluarga berencana memakamkan korban secara adat.

Dia menegaskan, tindakan yang dilakukan prajurit TNI telah mengacu pada peraturan perundang-undangan dan Rules of Engagement (ROE). Menurutnya, setiap operasi dilaksanakan dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia.

Selain itu, dia memastikan TNI tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap kelompok bersenjata yang melakukan serangan terhadap aparat maupun masyarakat. 

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut