Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KKB Kembali Berulah! Seorang Pekerja Jalan Meninggal Ditembak di Intan Jaya
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Pentolan KKB Tewas dalam Kontak Tembak dengan Pasuken Elite TNI

Jumat, 10 Oktober 2025 - 01:17:00 WIB
Kronologi Pentolan KKB Tewas dalam Kontak Tembak dengan Pasuken Elite TNI
Kontak tembak TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (Foto: Dok. Operasi Damai Cartenz).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM, Mayu Waliya, tewas dalam kontak tembak dengan pasukan elite TNI. Kontak tembak sengit itu terjadi pada Senin (6/10/2025). 

Setelah dilakukan identifikasi melalui data handphone (HP) yang ditemukan di lokasi, Mayu Waliya dipastikan menjabat sebagai Komandan Operasi Kodap XII/Lanny Jaya, di bawah pimpinan Purom Okiman Wenda. 

Sebelumnya, pada Minggu (5/10/2025), Satgas Habema berhasil menguasai salah satu markas utama OPM atau dikenal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XII di pegunungan Unambunggu. Markas tersebut diketahui menjadi pusat koordinasi kelompok bersenjata yang selama ini aktif melakukan aksi kekerasan terhadap aparat keamanan dan masyarakat sipil.

Sebagai respons atas penguasaan markas tersebut, KKB diduga melancarkan serangan balasan yang kemudian berujung pada kontak senjata dengan pasukan TNI. 

Di lokasi kejadian, ditemukan berbagai barang bukti seperti amunisi kaliber 7,62 dan 5,56 mm, teleskop, night vision goggles (NVG), HT, dokumen strategis, serta atribut KKB termasuk bendera bintang kejora.

“Kontak senjata merupakan respons terhadap serangan balasan yang dilakukan KKB. Pasukan kami bertindak sesuai prosedur, menjaga disiplin tempur, dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi,” ujar Mayjen Lucky Avianto dalam keterangannya dikutip, Kamis (9/10/2025).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut