Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keji! KKB Tembak 10 Pekerja Jalan di Tolikara Papua, 5 Orang Tewas 5 Luka-Luka
Advertisement . Scroll to see content

Pekerja Proyek Jalan Ditembak di Tolikara, Pasukan TNI-Polri Kejar Kelompok OPM

Selasa, 04 Agustus 2026 - 17:20:00 WIB
Pekerja Proyek Jalan Ditembak di Tolikara, Pasukan TNI-Polri Kejar Kelompok OPM
Pasukan TNI memburu OPM yang menyerang pekerja proyek jalan di Tolikara, Papua Pegunungan. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

TOLIKARA, iNews.id - Sejumlah pekerja proyek jalan ditembak di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Aparat gabungan TNI-Polri kini mengejar kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Penembakan terjadi di dua lokasi proyek jalan di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Minggu (2/8/2026). Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah pekerja meninggal dunia dan seorang lainnya terluka.

Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan, pihaknya telah menginvestigasi dan verifikasi bersama kepolisian di lapangan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, serangan diduga dilakukan OPM Front Bersenjata pimpinan Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo atau Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi.

Serangan pertama menyasar pekerja PT Sutan Harauli Jaya yang mengerjakan proyek jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena. Empat pekerja yang menjadi korban dalam penyerangan tersebut yakni Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga yang merupakan Orang Asli Papua (OAP) serta Alfonds.

Sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan.

Dalam waktu hampir bersamaan, kelompok yang sama juga menyerang Camp Treaser milik PT Nirwana yang mengerjakan proyek jalan dari APBD Kabupaten Tolikara.

Dalam serangan di lokasi kedua, Alfons Defonsius Reyaan meninggal dunia. Sementara Joel Jeriko Marathon Diora Naibaho terluka akibat rekoset di telinga kiri dan Supredo Ulipi berhasil menyelamatkan diri.

“Seluruh rangkaian kejadian ini menunjukkan adanya pola serangan yang secara sengaja menyasar pekerja sipil yang sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur pemerintah. Tindakan tersebut merupakan aksi teror yang mengancam keselamatan masyarakat serta menghambat pembangunan di Papua,” ujar Kolonel Inf Tri Purwanto dikutip dari iNews Jayapura, Selasa (4/8/2026).

Setelah menerima laporan, aparat gabungan TNI-Polri langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi korban dan mengamankan kawasan sekitar.

Personel yang diterjunkan berasal dari Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY, Koramil Kanggime, Polsek Ilu, serta unsur terkait lainnya. Proses evakuasi dilakukan di tengah kondisi medan yang berat dan ancaman dari kelompok bersenjata. Aparat juga memperkuat pengamanan untuk melindungi pekerja dan masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Kapendam memastikan pengejaran terhadap kelompok pelaku masih berlangsung. TNI-Polri berupaya mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat sekaligus mencegah terjadinya serangan susulan.

“Kami mengecam keras tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil yang sedang bekerja membangun akses bagi kesejahteraan masyarakat Papua. Aparat TNI bersama Polri akan terus bersinergi menjaga stabilitas keamanan, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta memastikan setiap proses pembangunan dapat berjalan dengan aman,” kata Kapendam Cenderawasih.

Kodam XVII Cenderawasih menegaskan aparat akan terus menjaga keamanan masyarakat dan mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Papua.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut