Speedboat Milik Setda Raja Ampat Meledak, 2 Kru Luka Bakar Serius
WAISAI, iNews.id – Speedboat Blue Marine milik Sekretariat Daerah (Setda) Pemda Raja Ampat meledak dan terbakar di pangkalan Speedboat, Kali Waisai, Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (22/7/2018) sekitar pukul 08.00 Wit.
Dalam insiden tersebut dua kru speedboat, mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Mereka kini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waisai, Papua Barat.
Kapolres Raja Ampat, AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan, peristiwa itu berawal dari salah seorang kru speedboat bernama Wilson Krey (40), sedang mengeluarkan air dari dalam palka speedboat. Saat itu, kondisi mesin kapal cepat dalam keadaan hidup. Diduga akibat korsleting menyebabkan terjadi ledakan dan terbakar.
“Pada saat saudara Wilson menimbah atau mengeluarkan air dari palka dan mesin dalam keadaan hidup. Kemungkinan ada korsleting pada mesin hingga terjadi ledakan dan terbakar,” kata Edy Setyanto.
Edy mengatakan, kedua korban masing-masing Yakob Rumpampam dan Wilson Krey, mengalami luka serius. Kedua korban kru speedboat, yakni Yakob Rumparpan (42), PNS warga Perumahan Permai Moko-Waisai Kota. Korban mengalami luka bakar pada kedua pergelangan tangan, lutut kiri, kedua kaki, wajah, serta mengalami trauma. Sementara itu, Wilson Krey (40), swasta, warga Perumahan Moko Permai, Waisai Kota.

Salah satu korban speedboat yang meledak dan terbakar dirawat di RSUD Waisai. (Foto: iNews.id/Chanry Andrew S)
Edy menjelaskan, setelah mendapatkan laporan kejadian itu, polisi langsung mengambil langkah-langkah dengan mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke rumah sakit. “Dugaan sementara akibat korsleting listrik dan tidak ada unsur kesengajaan atau sabotase dalam kejadian tersebut,” ucapnya.
Kejadian terbakarnya satu unit Speedboat Blue Marine milik Sekreatriat Daerah Pemda Raja Ampat ini membuat sejumlah driver speedboat yang berlabuh panik. Sebab, speedboat yang terbakar itu nyaris mengenai puluhan speedboat lainnya yang sedang berlabuh di pangkalan speedboat Kali Waisai.
Editor: Kastolani Marzuki