Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Puluhan Santri Keracunan usai Santap Nasi Bungkus dari Pemkab Deliserdang
Advertisement . Scroll to see content

60 Warga Takalar Keracunan Usai Santap Hidangan Pesta Pernikahan, Mayoritas Anak-Anak

Selasa, 03 November 2026 - 07:14:00 WIB
60 Warga Takalar Keracunan Usai Santap Hidangan Pesta Pernikahan, Mayoritas Anak-Anak
Sejumlah warga Takalar diduga mengalami keracunan setelah menyantap hidangan pesta pernikahan dan harus mendapatkan perawatan medis, Senin (2/11/2026). (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

TAKALAR, iNews.id - Sebanyak 60 warga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan pesta pernikahan pada Senin (2/11/2026). Mereka mengalami sejumlah gejala, mulai dari sakit kepala, sakit perut, mual, muntah hingga diare sehingga harus dilarikan ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Campagaya, Kecamatan Galesong. Rekaman video amatir memperlihatkan sejumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan dijemput menggunakan ambulans untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sebagian besar warga yang diduga mengalami keracunan merupakan anak-anak. Mereka mengalami gejala dengan tingkat keparahan berbeda, mulai dari ringan hingga berat.

Petugas medis di Puskesmas Galesong menyebut, para pasien mengalami gejala yang hampir sama setelah menyantap hidangan pesta pernikahan. Menu yang dikonsumsi warga antara lain ayam, nasi, dan sayuran.

Tim medis pun berupaya memberikan penanganan agar kondisi pasien, terutama anak-anak, tidak semakin memburuk. "Gejalanya kebanyakan muntah-muntah, mual, sakit perut sama BAB encer. Saya tanya ke pasien rata-rata katanya habis acara pesta pernikahan," ujar, Tim Medis Puskesmas Galesong, Dr. Ilham, Senin (2/11/2026). 

Sementara itu, polisi telah mendatangi lokasi pesta pernikahan untuk menyelidiki dugaan keracunan tersebut. Petugas dari Polsek Galesong juga menyita sejumlah sampel makanan, termasuk ayam dan sayuran, untuk diperiksa di laboratorium.

Hingga Senin malam, sejumlah pasien masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Galesong dan fasilitas kesehatan lainnya. Hasil pemeriksaan sampel makanan nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab puluhan warga mengalami gejala serupa.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut