Aksi Bela Palestina di Makassar Berujung Ricuh
MAKASSAR, iNews.id – Aparat kepolisian dan mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan nyaris adu jotos saat aksi unjuk rasa memprotes pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Senin (11/12/2017) sore.
Kericuhan terjadi saat gabungan mahasiswa Universitas Muhammadiyah melakukan aksinya dengan membakar ban di tengah Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar.
Aparat Polsekta Rappocini yang mengawal jalannya demonstrasi lalu berupaya memadamkan api dan bertindak tegas dengan membubarkan aksi puluhan mahasiswa tersebut. Namun, upaya aparat itu dihalang-halangi massa hingga terjadi aksi salong dorong antara aparat dengan mahasiswa.
Meski sempat melawan, aparat akhirnya berhasil meredam pergerakan aksi mahasiswa, sehingga suasana dapat kembali kondusif. Mahasiswa pun kembali menyampaikan orasinya dengan kawalan ketat aparat.
Sebelum terjadinya insiden tersebut, awalnya demo berjalan aman, damai dan lancar. Dalam tuntutannya, mahasiswa menunjukkan solidaritas dengan mengecam tindakan sepihak yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Di mana hal tersebut, dinilai mereka merampas HAM warga Palestina. “Kami di sini untuk menyampaikan aspirasi terkait pernyataan Presiden Amerika yang secara tak langsung merampas HAM warga Palestina,” ujar salah seorang mahasiswa.
Adapun, aksi demonstrasi mahasiswa tersebut juga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas akibat seluruh badan jalan dikuasai mahasiswa.
Editor: Kurnia Illahi