Demi Gift Live TikTok, Remaja di Maros Tewas Tenggelam usai Lompat dari Jembatan
MAROS, iNews.id – Aksi nekat demi konten media sosial berujung maut terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Seorang remaja laki-laki berinisial R (17) tewas tenggelam di sungai usai menerima tantangan penonton untuk melompat dari atas jembatan demi mendapatkan gift saat siaran langsung (live) TikTok, Senin (7/9/2026).
Insiden tragis tersebut terekam dalam potongan video live TikTok yang memperlihatkan detik-detik korban melompat dan berenang sebelum akhirnya hilang tenggelam di arus sungai.
Peristiwa memilukan ini bermula saat korban bersama tiga rekannya berjalan pulang usai berolahraga joging. Sambil berjalan melewati jembatan sungai besar di Maros, mereka melakukan siaran langsung melalui aplikasi TikTok.
Saat siaran berlangsung, muncul tantangan dari penonton live yang meminta mereka melompat dari atas jembatan ke sungai dengan imbalan gift berupa barang virtual. Korban bersama satu rekannya tergiur dan memutuskan untuk menerima tantangan berbahaya tersebut.
Namun, tak lama setelah melompat dan mencoba berenang ke tepi, korban diduga mengalami kelelahan hingga akhirnya terseret arus dan tenggelam. Tiga rekannya yang panik melihat korban menghilang dari permukaan air langsung berlari meminta bantuan kepada petugas setempat.
Mendapat laporan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros bersama Tim SAR Gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian penyisiran air.
"Korban baru berhasil ditemukan setelah sekitar satu jam proses pencarian di dasar sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Maros, Towadeng, Senin (7/9/2026).
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.
Atas kejadian ini, BPBD dan kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para remaja, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Warga diminta tidak mudah tergiur tantangan berbahaya (dangerous challenge) hanya demi mengejar popularitas, konten, maupun imbalan gift semata yang mengancam keselamatan jiwa.
Editor: Kastolani Marzuki