Kapal Wisata Pinisi Terbakar di Bulukumba, Milik Warga Depok Jabar
BULUKUMBA, iNews.id - Kapal wisata pinisi KLM Mutiara Prasana Nusantara milik warga Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), terbakar di perairan Kelurahan Tanah Lemo, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (6/7/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun sebagian besar badan kapal hangus dilalap api.
Kebakaran terjadi pukul 07.45 Wita saat kapal berada sekitar dua kilometer dari bibir Pantai Tanaberu atau sekitar 20 kilometer di sebelah timur Kota Bulukumba. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian anjungan atau ruang kemudi kapal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Andi Hasbullah, mengatakan informasi kebakaran diterima setelah seorang anak buah kapal (ABK) menghubungi pemilik kapal melalui aplikasi WhatsApp.
"Saat menerima informasi itu, pemilik kapal langsung meminta seluruh kru yang berada di lokasi untuk segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin membesar," kata Andi Hasbullah dikutip dari iNews Celebes.
Meski seluruh kru berupaya memadamkan api, kobaran terus membesar hingga menghanguskan sebagian besar badan kapal. Sekitar pukul 09.45 Wita, kapal berhasil dievakuasi ke tepi pantai, namun api masih berkobar selama proses evakuasi berlangsung.
Andi Hasbullah menyebut penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, api berasal dari area anjungan atau ruang kemudi kapal.
"Kami masih menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran," ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Bulukumba, KLM Mutiara Prasana Nusantara merupakan milik Muhammad Japar Sidiq Ali, seorang wiraswasta asal Kecamatan Limo, Kota Depok, Jabar.
Kapal layar motor tersebut selama ini melayani wisata bahari di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan baru tiba di perairan Tanah Lemo pada Sabtu (4/7/2026).
Hingga kini, BPBD Bulukumba bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan di lokasi serta membantu proses penanganan pascakebakaran sembari menunggu hasil penyelidikan penyebab insiden.
Editor: Kurnia Illahi