Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Rumah di Maros, Balita 4 Tahun Tewas Terjebak Kobaran Api
Advertisement . Scroll to see content

Maros Geger, Warga Tangkap Ular Piton Sepanjang 7 Meter dengan Perut Buncit

Senin, 17 Mei 2021 - 08:35:00 WIB
Maros Geger, Warga Tangkap Ular Piton Sepanjang 7 Meter dengan Perut Buncit
Warga menangkap ular piton dengan perut buncit. (Foto: Sindonews).
Advertisement . Scroll to see content

MAROS, iNews.id - Warga di Desa Rompegading, Kabupaten Maros, mendapati ular piton sepanjang tujuh meter dengan perut buncit. Hewan melata tersebut diduga baru saja memakan ternak warga.

Penemuan ular ini menggegerkan warga di Kecamatan Liliriaja. Penangkapan ular ini bermula saat ada warga yang mengambil nira untuk gula.

"Dia kaget karena lihat ular besar di sela batu. Dia kemudian melapor ke saya dan saya langsung ajak beberapa warga lagi untuk menangkapnya," kata Kepala Desa Rompegading, M Arfah, Minggu (16/5/2021).

Ada delapan orang yang terlibat untuk menangkap ular ini. Kemudian hewan tersebut dibawa menggunakan mobil pikap ke perkampungan.

"Baru kali ini juga kami lihat ada ular sebesar itu di sini. Karena memang sangat berat, saya ajak delapan orang warga tuk bantu angkat ke mobil pikap," ujarnya.

Saat ditangkap, ular itu tidak bisa melawan. Warga pun langsung mengikatnya dengan tali lalu menyeret tubuhnya keluar dari celah batu.

Ia menyampaikan, di wilayah itu warga memang kerap kehilangan ternak, mulai dari ayam, kambing hingga anak sapi. Warga pun telah lama curiga kalau hewan ternak mereka dimangsa ular.

"Memang banyak warga yang lapor kalau ada ternaknya yang hilang. Curiganya memang dimangsa ular. Makanya ular itu kita tangkap karena sudah meresahkan," katanya.

Saat ini, ular itu hanya diikat di pinggir jalan poros Maros-Bone. Rencananya akan diserahkan ke komunitas pecinta reptil untuk dipelihara. Warga berharap, tidak ada lagi warga yang kehilangan ternaknya.

"Kalau ada komunitas pecinta reptil yang mau ambil, kami akan serahkan untuk dipelihara karena kalau dilepas lagi ke hutan, takutnya akan memangsa ternak warga lagi," katanya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut