Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demo Harga Telur Anjlok, Peternak di Pekalongan Bagikan Ayam Gratis ke Warga
Advertisement . Scroll to see content

Protes Harga Telur Anjlok, Peternak di Makassar Bagikan Ayam dan Telur Gratis

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:44:00 WIB
Protes Harga Telur Anjlok, Peternak di Makassar Bagikan Ayam dan Telur Gratis
Para peternak ayam petelur berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel memprotes anjloknya harga telur dan naiknya harga pakan. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id – Puluhan peternak ayam petelur yang tergabung dalam aksi membela peternak rakyat menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (10/8/2026). 

Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan telur beserta ayam hidup secara gratis kepada warga dan pengguna jalan sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur di tengah tingginya harga pakan.

Sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Save Peternak Sulsel", massa membawa rak-rak berisi telur serta puluhan ekor ayam petelur sebelum akhirnya dibagi-bagikan ke masyarakat sekitar. 

Melalui mimbar bebas di atas mobil komando, massa aksi bergantian menyampaikan orasi. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Pusat untuk segera turun tangan menyelamatkan usaha peternakan rakyat dari ancaman kebangkrutan.

Salah satu peternak asal kawasan Gowa-Maros, Basuki Suyuti mengungkapkan, saat ini harga jual telur di tingkat peternak terus merosot tajam hingga berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah yang telah menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram.

"Harga jual telur jatuh sampai Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilo, padahal pemerintah sudah menetapkan harga acuan di angka Rp26.500 per kilogram," kata Basuki Suyuti di sela-sela aksi. 

Selain jatuhnya harga jual telur di pasaran, peternak juga mengeluhkan melambungnya harga pakan dan bahan baku pakan ternak yang kian tak terkendali.

Tingginya biaya operasional produksi yang tak sebanding dengan harga jual membuat para peternak mandiri terus menanggung kerugian besar setiap harinya.

Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membatasi dan menstabilkan harga pakan ternak serta menjamin proteksi harga jual telur di pasaran agar sesuai dengan regulasi acuan yang ditetapkan.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut