Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Jenazah Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Tiba di Makassar, Tim DVI Identifikasi Korban
Advertisement . Scroll to see content

Sandiaga Uno Minta 15 Camat di Sulsel yang Tidak Netral Diproses Hukum

Senin, 25 Februari 2019 - 13:54:00 WIB
Sandiaga Uno Minta 15 Camat di Sulsel yang Tidak Netral Diproses Hukum
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno berbicara di hadapan para relawan Roemah Djoeang di Hotel Grand Asia, Makasar, Sulsel, Minggu (24/2/2019) malam. (Foto: IST)
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menyayangkan video sejumlah camat di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menyatakan untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019. Video yang telah beredar luas itu dinilai mencederai rasa keadilan dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Sandi, sebagai ASN, para camat seharusnya netral dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon. Dia mengaku prihatin karena ASN seharusnya memberikan contoh demokrasi sejuk dan tidak memecah-belah masyarakat yang dilayaninya.

“Mereka digaji siapa? Mereka bekerja untuk siapa? Mereka harusnya mengayomi, bukan sebaliknya berpihak kepada salah satu capres cawapres. Mereka para camat itu seharusnya netral,” kata Sandi di hadapan para relawan Roemah Djoeang di Hotel Grand Asia, Makasar, Minggu (24/2/2019) malam.

Sandi berharap para camat itu diproses hukum sehingga keadilan bisa ditegakkan. Hukum harus tajam ke siapa saja, bukan untuk menghajar lawan tapi melindungi kawan.

“Kita bisa lihat bagaimana seorang kepala desa yang mendukung Prabowo-Sandi di Mojokerto langsung dijebloskan ke penjara dua bulan. Kita  menunggu yang di Makassar bagaimana keadilan ini bisa kita tingkatkan. Agar hukum itu, tidak tebang pilih tidak hanya tajam pada oposisi, tapi tumpul pada penguasa,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut