Viral Satpol PP Seret Sapi, Wabup: Saat Diamankan Sapinya Ngamuk
BULUKUMBA, iNews.id - Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto meminta masyarakat tak memaknai berlebihan peristiwa penyeretan sapi ternak dengan menggunakan truk oleh petugas Satpol PP Bulukumba. Berdasarkan informasi yang digali Pemkab Bulukumba, tindakan itu ada pemicunya, meskipun tak bisa dibenarkan.
Tommy menuturkan, petugas Satpol PP telah melakukan penangkapan sapi itu berdasarkan prosedur dan mekanisme yang berlaku tanpa melanggar aturan. “Apa yang ada dalam video itu memang terjadi. Tapi mari kita maknai secara arif,” ujar Tomy saat dihubungi, Selasa (13/3/2018).
Dia menjelaskan, Satpol PP semula menggelar razia terhadap hewan ternak yang berkeliaran di jalan. Ketika menemukan ada sapi yang terlepas, petugas mencoba menangkap. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar tidak membahayakan pengendara.
Tetapi saat hendak ditertibkan, sapi ini justru mengamuk dengan melompat pagar. Bahkan, ada anggota yang terluka. Karena sulit ditangani, Satpol pun mengambil langkah lain meski melanggar. “Banyak saksi mata, bahwa sebelumnya (sapi) tidak bisa diamankan,” katanya.
Tomy menjelaskan, idealnya setiap penangkapan harus menggunakan bius agar sapi mudah diamankan. Namun Satpol PP tidak punya peralatan lengkap, sementara di sisi lain mereka harus menegakkan peraturan daerah (perda).
Dalam kasus hewan ternak berkeliaran ini sudah banyak kecelakaan lalu lintas. Selain itu banyak tanaman yang rusak. “Ini sudah meresahkan warga karena sapi-sapi (yang lepas) itu merusak tanaman mereka. Satpol PP berusaha menertibkan,” kata dia.
Seperti diberitakan, beredar video di media sosial yang menunjukkan anggota Satpol PP Bulukumba menyeret sapi dengan truk. Karena kelelahan, sapi itu pingsan dan tergeletak di jalan. Video yang diunggah di grup Facebook "Info Kejadian Bulukumba" itu pun viral. Banyak warga mengecam tindakan Satpol PP.
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo bahkan mengeluarkan surat kepada Bupati Bulukumba agar menindak anggotanya. Syahrul menginstruksikan oknum anggota Satpol PP itu diberi teguran keras. Sebab, tindakan mereka tak sesuai dengan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan (animal walfare) dan undang-undang.
Menurut Tomy, kejadian ini akan dijadikan pembelajaran. Pemkab Bulukumba akan mengingatkan agar jajarannya lebih berhati-hati dalam bertindak. “Tidak ada niat kita menyiksa. Ini murni penertiban saja. Jadi, sebaiknya kita maknai tidak berlebihan,” kata mantan wakil ketua DPRD Bulukumba ini.
Editor: Zen Teguh