Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Naik Helikopter, Kapolda Sulut Pantau Manado dan Bitung dari Udara selama Nataru
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 saat Nataru, Simak Penjelasan Jubir Luhut

Rabu, 08 Desember 2021 - 12:38:00 WIB
Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 saat Nataru, Simak Penjelasan Jubir Luhut
Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi. (Foto: Sekretariat Presiden).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi menjelaskan alasan batalnya penerapan PPKM level tiga di periode Nataru. Pembatalan itu karena capaian vaksinasi sudah tinggi.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan asesmen sesuai situasi pandemi sesuai yang berlaku dengan beberapa pengetatan. 

“Pemerintah tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Natal dan tahun baru nanti. Namun, kebijakan PPKM di masa Nataru akan dibuat  lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan juga tracing yang akan digencarkan," ujar Jodi dalam keterangannya, Rabu (7/12/2021).

Diketahui, pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga pada periode libur Natal dan tahun baru (Nataru) secara serentak di semua wilayah. 

Jodi menambahkan, perkembangan dari kebijakan keseimbangan tersebut sudah cukup baik, dan pemerintah memutuskan untuk membuat kebijakan yang lebih seimbang.

"Pemerintah memutuskan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah di masa libur menjelang Nataru," kata dia.

Jodi menuturkan, penerapan PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini. "Akan tetapi dengan beberapa pengetatan regulasi," ucapnya.

Tak hanya itu, keputusan ini didasarkan dengan capaian vaksinasi dosis satu di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan di dosis dua sudah mencapai 56 persen. Vaksinasi akan terus digenjot untuk saat ini dan saat ini telah mencapai 62-64 persen dan 42 persen untuk dosis satu dan dua di Jawa Bali.

"Sebagai perbandingan belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi di masa nataru tahun lalu sero survei bahwa sudah memiliki cover antibodi Covid-19 yang kuat," ucapnya.

Editor: Cahya Sumirat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut