Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M5,1 Guncang Bitung Sulut, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Status Gunung Karangetang di Sitaro Diturunkan dari Siaga Jadi Waspada

Kamis, 27 April 2023 - 11:36:00 WIB
Status Gunung Karangetang di Sitaro Diturunkan dari Siaga Jadi Waspada
PVMBG turunkan status Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada. (Foto: Antara/HO-PVMBG)
Advertisement . Scroll to see content

MANADO, iNews.id - Status Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) diturunkan dari Siaga Level III menjadi Waspada Level II. Penurunan status ini berdasarkan hasil evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM.

"Berdasarkan hasil evaluasi, aktivitas vulkanis Gunung Karangetang diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak 26 April 2023 pukul 16:00 WITA. Untuk rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahayanya," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Sugeng Mujiyanto, Kamis (27/4/2023).

Aktivitas vulkanis Gunung Karangetang dicirikan oleh pertumbuhan kubah lava pada kawah utama maupun kawah utara, karakteristik erupsinya yakni erupsi efusif (leleran lava).

Sejak tanggal 8 Februari 2023, Gunung Karangetang mengalami erupsi sehingga pada pukul 16:00 WIB tingkat aktivitasnya dinaikkan dari Waspada ke Siaga.

Erupsi terjadi dari kawah utama mengeluarkan leleran lava mengarah ke barat daya dan selatan. Kemudian mengarah ke kali Beha Barat, Kali Batang, Kali Timbelang, Kali Batuawang dan Kali Kahetang dengan jarak luncur mencapai sekitar 2.000 meter.

Dari pengamatan visual, gunung dengan ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut tersebut selama periode 1 hingga 25 April 2023 umumnya cuaca cerah hingga hujan, kadang tertutup kabut.

Pada saat cerah teramati asap kawah putih dengan intensitas tipis hingga sedang, tinggi kolom asap maksimum mencapai 200 meter di atas puncak, angin lemah hingga kencang ke arah timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat dan barat laut.

"Erupsi efusif teramati hingga 1 April 2023, keadaan guguran sudah tidak tampak lagi, di malam hari pada puncak masih tampak adanya sinar api diam setinggi sekitar 10 meter. Kondisi kawah utara teramati pada malam hari masih tampak adanya api diam di tubuh kubah lava, sementara guguran tidak teramati," ujarnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut