Kabut Asap Selimuti Bukittinggi, Sekolah Wajibkan Siswa dan Guru Gunakan Masker
BUKITTINGGI, iNews.id - Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat sejumlah sekolah mewajibkan murid dan tenaga pengajar menggunakan masker untuk mengurangi paparan udara yang memburuk.
Aktivitas belajar dan bermain murid di salah satu taman kanak-kanak di kawasan Kubu Gulai Bancah, Bukittinggi, Rabu (2/9/2026) pagi, berlangsung dengan menggunakan masker. Sejak tiba di sekolah, anak-anak sudah mengenakan masker dan tetap menggunakannya selama berada di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah menerapkan kewajiban penggunaan masker setelah mendapat imbauan dari Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi. Kebijakan tersebut juga diterapkan sebagai langkah pencegahan menyusul semakin buruknya kondisi udara dalam beberapa hari terakhir.
Wakil Kepala TK Ar-Rahmah Bukittinggi, Gita Fadhila mengatakan, sejumlah murid mulai mengalami batuk dan flu sehingga harus beberapa kali tidak masuk sekolah.
“Kemarin sudah ada edaran wajib pakai masker. Hari ini karena cuaca udara sudah semakin buruk. Belakangan ini anak-anak sudah mulai ada yang libur karena batuk dan flu,” ujar Gita.
Pantauan di lokasi, tampak kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan di Bukittinggi dan sekitarnya. Langit yang biasanya cerah tampak memutih hingga kemerahan, sedangkan jarak pandang ke arah pegunungan juga terganggu.
Berdasarkan data Stasiun Pemantau Atmosfer Global atau GAW Bukit Kototabang, kualitas udara untuk parameter partikel halus PM2,5 pada 1 September berada dalam kategori sedang.
Rata-rata konsentrasi PM2,5 tercatat 18,37 mikrogram per meter kubik, dengan konsentrasi tertinggi mencapai 28 mikrogram per meter kubik pada pukul 18.00.
Sementara itu, parameter PM10 masih berada dalam kategori baik dengan rata-rata konsentrasi 25,83 mikrogram per meter kubik.
Untuk beberapa hari ke depan, prakiraan kualitas udara PM2,5 di sebagian besar wilayah Sumatera Barat masih berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun, konsentrasi PM10 di sejumlah kabupaten dan kota diperkirakan cenderung meningkat.
Kondisi tersebut membuat masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, perlu lebih waspada terhadap paparan udara dan kabut asap.
Editor: Kurnia Illahi