Kabut Asap Selimuti Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Warga Keluhkan Sesak Napas
PAYAKUMBUH, iNews.id – Fenomena kabut asap tebal mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam beberapa hari terakhir.
Dampak paling parah dirasakan warga di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Kondisi kualitas udara di dua daerah tersebut terus memburuk.
Asap tebal membuat jarak pandang berkurang dan pemandangan udara terlihat kabur. Pada siang hari, penampakan sinar matahari bahkan tampak berwarna kemerahan akibat terhalang partikel debu dan asap pekat di atmosfer.
Pencemaran udara ini mulai mengganggu kesehatan masyarakat setempat. Sejumlah pengendara dan pengguna jalan mengeluhkan iritasi mata perih, tenggorokan gatal, hingga gejala sesak napas saat melintas di jalan raya.
Kondisi tersebut memaksa sebagian besar warga membatasi aktivitas di luar rumah dan memilih berdiam diri untuk menghindari paparan asap secara langsung.
"Mata terasa sangat perih kalau berkendara dan tenggorokan cepat sakit. Suasana udara juga makin kabur dari pagi sampai siang," ujar salah seorang pengguna jalan di Payakumbuh, Ralma, Rabu (2/9/2026).
kabut asap yang menutupi wilayah Payakumbuh dan Limapuluh Kota diduga kuat merupakan asap kiriman dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda provinsi tetangga, seperti Riau dan Jambi.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sejumlah daerah di Sumatera Barat, termasuk Limapuluh Kota dan Kota Bukittinggi, berpotensi mengalami fenomena udara kabur akibat tutupan asap Karhutla regional.
Pemerintah daerah dan BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, selalu menggunakan masker standar medis saat keluar rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pernapasan berat.
Editor: Kastolani Marzuki