Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ditikam OTK, Pria di Lubuklinggau Tewas Bersimbah Darah di Pelukan Istri
Advertisement . Scroll to see content

Dipicu 2 Klaster Pesantren, Temuan Kasus Covid-19 di Lubuklinggau Tertinggi di Sumsel

Rabu, 30 September 2020 - 17:48:00 WIB
Dipicu 2 Klaster Pesantren, Temuan Kasus Covid-19 di Lubuklinggau Tertinggi di Sumsel
Ilustrasi tes swab. (Foto: Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

PALEMBANG, iNews.id - Temuan kasus atau insidensi positif Covid-19 di Kota Lubuklinggau melonjak signifikan dalam dua pekan terakhir. Bahkan, temuan kasu warga terpapar virus corona di kota ini menjadi tertinggi di Sumatera Selatan (Sumsel) meskipun total konfirmasi positif berada di peringkat tiga.

Jumlah temuan kasus per 100.000 penduduk di Kota Lubuklinggau itu terus meningkat karena munculnya klaster pesantren. Dua pesantren di Kota Lubuklinggau yang melaporkan temuan kasus, yakni Pesantren Ar Risalah pada Senin (14/9/2020) sebanyak 15 santri. Kemudian, Pesantren Mazroillah sebanyak 64 santri pada Rabu (23/9/2020).

"Munculnya klaster pesantren diakibatkan banyak orang yang terkonsentrasi di satu tempat," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri di Palembang, Rabu (30/9/2020).

Berdasarkan data harian Satgas Covid-19 Sumsel per 29 September, insidensi kasus di Kota Lubuklinggau berada pada angka 255,5. Angka ini menempatkan Lubuklinggau di posisi pertama dari 17 kabupaten/kota di Sumsel dengan total kasus positif mencapai 601 orang dari 387.325 jiwa penduduknya.

Sementara Kota Palembang yang telah ditemukan 3.048 kasus positif dari 1,6 juta jiwa penduduk, insidensi kasusnya tercatat 181,3 atau pada posisi kedua di Sumsel. Padahal selama enam bulan terakhir Kota Pempek itu berada di posisi pertama.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut