Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dampak La Lina, Banjir Bandang dan Longsor Terjang Desa Kalisalak Banyumas
Advertisement . Scroll to see content

Palembang Diminta Waspada Dampak La Nina

Kamis, 29 Oktober 2020 - 16:14:00 WIB
Palembang Diminta Waspada Dampak La Nina
Salah satu titik genangan atau banjir yang biasa terjadi usai hujan deras di Palembang. (Foto: Dok/berli zulkanedi
Advertisement . Scroll to see content

PALEMBANG, iNews.id- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumsel meningkatkan kewaspadaan terjadinya banjir karena memasuki musim hujan yang dipengaruhi fenomena La Nina. Palembang dikenal memiliki banyak titik rawan banjir atau genangan air hujan.

"Melihat fakta selalu terjadi banjir atau genangan air yang cukup tinggi di sejumlah kawasan permukiman penduduk dan jalan protokol ketika hujan lebat turun lebih dari dua jam, Pemkot Palembang diminta serius melakukan berbagai tindakan antisipasi banjir agar warga setempat terhindar dari bencana hidrometeorologi itu," kata Direktur Eksekutif Walhi Sumsel M. Hairul Sobri di Palembang, Kamis (29/10/2020).

Pengaruh La Nina dapat mendorong curah hujan bisa relatif lebih tinggi di daerah itu. Dalam sepekan terjadi beberapa kali hujan deras disertai angina dan petir mengakibatkan genangan atau banjir di beberapa titik. Antisipasi yang perlu menjadi perhatian pemkot adalah melakukan pembersihan saluran air dan sungai serta menghentikan penyimpangan tata ruang. Penyimpangan tata ruang yang disebabkan penimbunan rawa secara leluasa untuk kepentingan pembangunan hotel, mal, ruko, perumahan dan pembangunan lainnya harus dihentikan karena bisa menimbulkan bencana ekologi yang lebih parah.

Banjir yang melanda hampir semua kawasan permukiman dan menggenangi beberapa ruas jalan protokol Palembang, setelah turun hujan deras cukup lama, membuktikan program pengendalian banjir yang dilakukan pemkot dengan menghabiskan dana miliaran rupiah tidak berjalan sesuai harapan warga.

Sekarang ini sudah ada enam unit pompa di Sei Bendung dengan kapasitas 36.000 liter per meter kubik, namun ketika hujan deras yang mengguyur Kota Palembang sekitar dua jam, banjir masih saja terjadi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut