Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran di Pertamina Losarang Indramayu, Asap Pekat Membubung Tinggi
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Personel Keamanan Kawal Penutupan 20 Sumur Minyak Ilegal

Rabu, 22 November 2017 - 20:22:00 WIB
Ratusan Personel Keamanan Kawal Penutupan 20 Sumur Minyak Ilegal
Penutupan 20 sumur minyak ilegal di Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). (Foto: iNews/Edi Lestari)
Advertisement . Scroll to see content

MUSI BANYUASIN, iNews.id - Ratusan personel gabungan TNI, Polri dan Satpol PP berhasil mengamankan proses penutupan 20 sumur minyak ilegal di Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba),  di hari kedua dari jadwal operasi, yaitu Selasa dan Rabu (21-22/11/2017).

Tim Terpadu bentukan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin melakukan eksekusi penertiban 17 sumur tua. Ditambah tiga sumur yang telah ditutup namun dioperasikan kembali oleh oknum penambang ilegal di wilayah PT Pertamina EP Asset 1 Field Ramba.

Menurut Pertamina EP Ramba Field Manager, Agus Amperianto penutupan sumur minyak ilegal sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin No 713/KPTS/DESDM/2017  tentang Pembentukan Tim Terpadu dalam Rangka Sosialisasi dan Pengambilalihan terhadap 17 Sumur Minyak Pertamina EP Aset 1 Field Ramba di Mangun Jaya.

“Penertiban sumur sumur tua ilegal ini  merupakan intruksi keputusan Gubernur, SKK Migas, Polhukam dan Presiden RI, harapanya tidak ada lagi penambang penambang ilegal di lokasi wilayah pertamina,” ujar Pertamina EP Ramba Field Manager Agus Amperianto, Rabu (22/11/2017).

Dia menjelaskan sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi dan pendekatan oleh pihak pertamina, dinas terkait Pemkab Muba dan aparat kepolisian kepada para penambang. “Kami meminta mereka untuk melakukan penutupan sumur tua yang dikelola sehingga proses eksekusi berjalan  aman dan kondusif,” katanya.

Salah satu penambang, Amiludin mengatakan belum ada solusi yang jelas untuk para penambang, baik dari pihak pertamina maupun pemerintah setempat. Saat ini mereka masih menunggu kompensasi.

“Kami sudah jauh mengalah, harus kita cermati bersama harusnya pemerintah Muba bangga. Kami sudah membuka lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Saiful Hadi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut