Barak Narkoba Berkedok Rumah Warga di Deli Serdang Dibongkar, Dijaga CCTV Berlapis
DELI SERDANG, iNews.id - Satresnarkoba Polrestabes Medan membongkar sebuah barak narkoba yang berada di tengah area perkebunan di Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut). Lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkotika tersebut ternyata dilengkapi pengamanan berlapis.
Saat petugas datang ke lokasi, terlihat sejumlah kamera pengawas atau CCTV dipasang di berbagai titik untuk memantau aktivitas di sekitar TKP. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan dua orang yang diduga berperan sebagai penjaga sekaligus pengguna narkoba. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti terkait penyalahgunaan narkotik di lokasi tersebut.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan untuk mencapai lokasi yang menjadi target operasi, petugas harus melewati kawasan permukiman warga dan menyusuri jalan setapak. Lokasi barak narkoba tersebut berada di area terpencil dengan akses masuk yang cukup sulit. Kondisi itu diduga dimanfaatkan para pelaku untuk menjalankan aktivitas ilegal.
"Ini cukup unik, rumah warga dijadikan sebagai barak dipenuhi CCTV, baik di pohon, pintu masuk dan lainnya," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, para pelaku sengaja memilih lokasi terpencil untuk mendirikan barak narkoba. Saat petugas tiba di lokasi, sejumlah orang terlihat melarikan diri.
Kedatangan polisi diduga telah diketahui para pelaku yang memantau melalui CCTV. Sebab CCTV ini terpasang dari akses masuk hingga sejumlah titik di sekitar lokasi.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan dua pria yang diduga bertugas menjaga lokasi dan menggunakan narkotika.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa beberapa paket sabu siap edar, puluhan alat hisap sabu, ratusan plastik klip kosong, serta berbagai barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.
Polisi juga menyita seluruh perangkat CCTV yang terpasang di lokasi untuk dilakukan analisis.
"Kami pastikan akan hancurkan karena temukan ratusan plastik berisi sabu dan alat isap, juga rekapan serta catatan transaksi," katanya.
Menurut AKBP Rafli, pemasangan CCTV dilakukan para pelaku untuk mendeteksi kedatangan aparat. Dengan sistem tersebut, pelaku dapat melarikan diri sebelum dilakukan penindakan.
Untuk mencegah lokasi kembali digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba, petugas kemudian membongkar dan membakar seluruh bangunan barak narkoba tersebut.
Lokasi tersebut kini berada dalam pengawasan ketat petugas. Satresnarkoba Polrestabes Medan memastikan operasi pemberantasan narkoba akan terus dilakukan apabila ditemukan kembali aktivitas serupa.
Editor: Donald Karouw