Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah Sumut Imbas Kathutla Sumsel-Kalimantan
ASAHAN, iNews.id – Sebaran kabut asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Sumatra Selatan dan Kalimantan kini mulai menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Utara, termasuk di Kabupaten Asahan. Fenomena udara buruk tersebut telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan berdampak pada aktivitas warga.
Jarak pandang dilaporkan hanya satu kilometer. Selain itu, indeks kualitas udara memburuk hingga memicu gangguan kesehatan seperti iritasi mata perih dan sesak napas pada warga.
Menanggapi bencana asap lintas wilayah ini, Gubernur Sumatra Utara Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa pihak pemerintah provinsi bergerak cepat dengan merencanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pengoperasian teknologi modifikasi cuaca tersebut rencananya akan dipusatkan dan memanfaatkan potensi evaporasi di kawasan Danau Toba guna memicu presipitasi awan hujan secara intensif.
"Kami akan melakukan uji coba modifikasi cuaca dengan memanfaatkan teknologi yang disiapkan di kawasan Danau Toba bekerja sama dengan BMKG. Tujuannya untuk memicu hujan agar kabut asap ini cepat luruh dan kualitas udara kembali normal," tegas Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, Sabtu (17/10/2026).
Selain menyiapkan operasi pembersihan udara melalui hujan buatan, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara juga mengambil langkah preventif untuk melindungi kesehatan anak-anak sekolah dari ancaman penyakit ISPA.
Pemprov Sumut menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah bagi seluruh siswa sekolah yang terdampak, terhitung mulai tanggal 16 Oktober hingga 21 Oktober 2026 mendatang. Warga juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta mengenakan masker medis saat bepergian.
Editor: Kastolani Marzuki