Kecelakaan Truk Boks Adu Banteng dengan Bus di Labuhanbatu, Sejumlah Orang Luka
LABUHANBATU, iNews.id – Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk boks dan bus terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Truk boks pengangkut obat-obatan tersebut ringsek usai dihantam Bus Chandra. Tidak ada korban jiwa, nun sejumlah korban luka-luka, termasuk sopir bus dan kru mobil boks. Mereka dievakuasi ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Selain korban luka, ribuan kotak berisi obat-obatan yang dibawa truk boks ludes dijarah warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa warga terlihat sengaja membawa kantong plastik berukuran besar untuk meraup dan memasukkan obat-obatan yang berserakan, lalu pergi begitu saja meninggalkan TKP.
Kecelakaan yang terjadi Minggu (25/10/2026) tersebut, juga sempat melumpuhkan arus lalu lintas hingga memicu kemacetan panjang mencapai 15 kilometer.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan bermula saat Bus Chandra bernomor polisi Z 7707 TG yang melaju dari arah Medan menuju Simangambat berusaha mendahului kendaraan lain tepat di area jalan bertikungan.
Nahas, saat bus mengambil jalur kanan, muncul truk boks bernomor polisi B 9682 KXX pengangkut obat-obatan dari arah berlawanan. Benturan keras pun tak terelakkan hingga membuat bodi samping mobil boks hancur dan muatan obatnya terlempar ke jalanan.
Seorang penumpang bus, Jasmin, mengaku kaget lantaran terbangun dari tidurnya akibat guncangan keras saat benturan terjadi.
"Saya sedang tidur saat kejadian. Tiba-tiba ada benturan sangat keras yang menggoncang bus sampai membuat semua penumpang ketakutan," ujar Jasmin di lokasi kejadian.
Mandor truk boks, Jek mengatakan, truk yang ditumpangi sebenarnya berada di jalur yang benar. Namun akibat tabrakan tersebut, sopir dan kernetnya harus dilarikan ke RSUD Rantauprapat akibat luka-luka yang dialami.
Mengenai aksi penjarahan muatan obat oleh warga sekitar, Jek mengaku tak bisa berbuat banyak karena fokus pada penanganan korban.
"Soal obat-obatan yang diambil warga, kami tidak bisa berbuat banyak karena kondisi di lapangan sangat ramai dan panik," ungkap Jek.
Editor: Kastolani Marzuki