Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Remaja di Situbondo Dihajar Oknum Prajurit TNI Pakai Selang, Diduga Masalah Cinta
Advertisement . Scroll to see content

Pria Tewas Diduga Dianiaya Petugas Perusahaan di Labura, Keluarga Bawa Jenazah ke Polsek

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:52:00 WIB
Pria Tewas Diduga Dianiaya Petugas Perusahaan di Labura, Keluarga Bawa Jenazah ke Polsek
Keluarga membawa jenazah pria yang diduga tewas dianiaya ke Polsek Kualuh Hulu untuk menuntut keadilan dan pengusutan tuntas kasus tersebut, Selasa (16/6/2026) malam (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

LABUHANBATU UTARA, iNews.id – Pria berinisial LD Hutabarat tewas diduga menjadi korban penganiayaan oleh empat petugas pengawas dan keamanan PT Agrinas Palma Nusantara di Desa Sukarame Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara. Keluarga korban yang kecewa kemudian membawa jenazah ke Polsek Kualuh Hulu untuk menuntut keadilan.

Suasana duka bercampur amarah mewarnai kedatangan keluarga korban di Polsek Kualuh Hulu. Salah seorang kerabat korban bahkan berorasi secara spontan di halaman kantor polisi untuk meminta aparat mengusut tuntas kasus tersebut.

Di lokasi, tampak mobil yang disebut keluarga korban sebagai kendaraan yang digunakan para terduga pelaku untuk meninggalkan lokasi kejadian usai insiden berlangsung.

Menurut keterangan keluarga korban, peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/6/2026). Keluarga menduga dua dari empat terduga pelaku merupakan anggota TNI aktif yang bertugas di bawah kendali operasi (BKO) pada perusahaan tersebut.

"Menantu saya ini dikeroyok oknum TNI. Dia berpakaian preman," kata Ramlan Nainggolan, keluarga korban.

Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, kejadian bermula saat korban sedang menimbang buah kelapa sawit bersama sejumlah warga di Dusun Lubuk Pinang, Desa Sukarame Baru. 

Tidak lama kemudian, beberapa orang datang ke lokasi dan terjadi keributan yang berujung pada dugaan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia.

Sementara itu, Humas PT Agrinas Palma Nusantara, Hendri membantah adanya tindakan penganiayaan sebagaimana yang dituduhkan pihak keluarga korban.

"Tidak ada penganiayaan, dua orang kami amankan ke mess untuk diinterogasi dan sekarang sudah bebas dua orang itu," ucap Hendri.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya mengatakan, pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian. Polisi juga telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi guna mengungkap fakta-fakta dalam peristiwa tersebut.

"Kronologi berawal dari dugaan adanya pencurian buah sawit kemudian dilakukan pengejaran oleh sekuriti perusahaan kemudian mengakibatkan satu orang korban tewas dan sudah kita lakukan terhadap 10 orang saksi, empat di antaranya dari petugas keamanan perusahaan," ujar AKBP Wahyu.

Terkait dugaan keterlibatan oknum anggota TNI, Kapolres menyebut penyelidikan masih terus dilakukan bersama Subdenpom Rantauprapat untuk mendalami informasi yang berkembang.

Hingga kini, polisi  masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban serta menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

"Sementara kita masih lakukan pemeriksaan didampingi Subdenpom Labuhanbatu. Nanti hasil pemeriksaan dan penetapan tersangka kita informasikan lebih lanjut karena hari ini masih pemeriksaan," ucapnya. 

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut