Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapolri Beberkan Prestasi di 2026: Bongkar 24.837 Kasus Narkoba, 32.792 Jadi Tersangka
Advertisement . Scroll to see content

Razia di Deliserdang, Petugas BNN Diadang Massa saat Bawa 25 Orang Positif Narkoba

Kamis, 02 Juli 2026 - 08:50:00 WIB
Razia di Deliserdang, Petugas BNN Diadang Massa saat Bawa 25 Orang Positif Narkoba
Salah satu pelaku pengadangan terhadap petugas BNNK Deliserdang saat razia tempat hiburan malam. (Foto: iNews TV/Aminoer Rasyid)
Advertisement . Scroll to see content

DELISERDANG, iNews.id - Razia di sebuah tempat hiburan malam di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, berujung ricuh setelah petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deliserdang diserang sekelompok warga dan pengunjung. Dalam operasi penindakan ini, 25 pengunjung dinyatakan positif narkotika dan empat orang ditahan terkait kericuhan.

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho membenarkan adanya perlawanan dalam operasi tersebut.

"Beberapa hari lalu memang benar terjadi perlawanan dari masyarakat di Patumbak saat razia gabungan," ujarnya, Rabu (1/6/2026).

Menurutnya, razia dilakukan BNNK Deliserdang bersama tim gabungan dari polisi militer dan sejumlah stakeholder lainnya di salah satu tempat hiburan malam.

"Awalnya BNNK Deliserdang bersama tim gabungan razia di tempat hiburan. Dari pemeriksaan ditemukan 25 orang positif narkotika hasil tes urine," katanya.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas juga menemukan barang yang diduga ekstasi di lantai serta dalam botol air mineral di atas meja.

 Ketegangan terjadi saat petugas membawa puluhan orang yang dinyatakan positif narkoba dari lokasi.

"Tim gabungan segera membawa mereka tetapi ketika keluar namun ada orang memprovokasi, terutama pemilik tempat hiburan bersama keluarga dan pengurus tempat hiburan itu. Akhirnya kendaraan yang hendak kembali diadang ratusan orang," ucapnya.

Situasi semakin memanas ketika massa mulai mengadang hingga melempari kendaraan petugas.

Brigjen Tatar menyebut, kericuhan dipicu provokasi dari pihak tertentu saat petugas masih berada di lokasi.

"Dalihnya menanyakan surat perintah tugas, padahal di dalam sudah ditunjukkan. Tapi di luar karena diprovokasi terjadi anarkisme. Dari kejadian itu empat orang ditahan, awalnya enam orang diamankan," ujarnya.

Dia juga menyebut adanya dugaan keterlibatan dua oknum yang memicu massa untuk melakukan tindakan penyerangan. Sementara itu, Satreskrim Polrestabes Medan bersama BNNK Deliserdang masih mengejar terhadap pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut