RSUD Rantauprapat Buka Suara soal Video Viral Pasien Diduga Ditolak, Ini Penjelasannya
LABUHANBATU, iNews.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat membantah menolak pasien kritis yang videonya viral di media sosial. Pihak rumah sakit menyebut kejadian tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara petugas keamanan dengan pendamping pasien saat kondisi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sedang penuh.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Rantauprapat, Dokter Yudha Sitorus, menjelaskan saat kejadian jumlah pasien yang membutuhkan penanganan di IGD cukup banyak. Bahkan, pasien yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Labuhanbatu, tetapi juga dari sejumlah kabupaten tetangga.
Menurutnya, kondisi IGD yang penuh membuat pihak rumah sakit harus mengatur penempatan pasien sesuai tingkat kegawatan dan ketersediaan fasilitas.
"Yang terjadi pada video viral itu sebenarnya bukan dilakukan penolakan. Karena pada dasarnya rumah sakit ini bukan hanya menerima pasien dari Labuhanbatu, tapi juga daerah lainnya," ujar Yudha.
"Jadi memang pasien yang datang hampir dari 6-7 kabupaten, sehingga IGD kami sering penuh. Kami sampaikan ke pasien, terpaksa untuk pasien dengan kondisi memungkinkan, kami tempatkan di kursi atau kursi roda dulu," katanya lagi.