Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pasien Kritis Kecelakaan Kerja Ditolak RSUD Rantauprapat, Warga Meluapkan Protes
Advertisement . Scroll to see content

RSUD Rantauprapat Buka Suara soal Video Viral Pasien Diduga Ditolak, Ini Penjelasannya

Rabu, 09 September 2026 - 10:57:00 WIB
RSUD Rantauprapat Buka Suara soal Video Viral Pasien Diduga Ditolak, Ini Penjelasannya
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Rantauprapat, Dokter Yudha Sitorus memberikan klarifikasi terkait video viral dugaan penolakan pasien kritis di IGD. (Foto: iNews TV/Randi Kurniawan)
Advertisement . Scroll to see content

LABUHANBATU, iNews.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat membantah menolak pasien kritis yang videonya viral di media sosial. Pihak rumah sakit menyebut kejadian tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara petugas keamanan dengan pendamping pasien saat kondisi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sedang penuh.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Rantauprapat, Dokter Yudha Sitorus, menjelaskan saat kejadian jumlah pasien yang membutuhkan penanganan di IGD cukup banyak. Bahkan, pasien yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Labuhanbatu, tetapi juga dari sejumlah kabupaten tetangga.

Menurutnya, kondisi IGD yang penuh membuat pihak rumah sakit harus mengatur penempatan pasien sesuai tingkat kegawatan dan ketersediaan fasilitas.

"Yang terjadi pada video viral itu sebenarnya bukan dilakukan penolakan. Karena pada dasarnya rumah sakit ini bukan hanya menerima pasien dari Labuhanbatu, tapi juga daerah lainnya," ujar Yudha.

"Jadi memang pasien yang datang hampir dari 6-7 kabupaten, sehingga IGD kami sering penuh. Kami sampaikan ke pasien, terpaksa untuk pasien dengan kondisi memungkinkan, kami tempatkan di kursi atau kursi roda dulu," katanya lagi.

Yudha mengatakan, persoalan tersebut berawal dari komunikasi yang tidak berjalan baik antara petugas keamanan dan keluarga pasien.

"Kenapa terjadi seperti itu, kami mau menjelaskan kepada keluarga pasien. Mungkin salah paham, komunikasi yang tidak ketemu," ujarnya.

Sebelumnya, video seorang wanita yang memprotes dugaan penolakan pasien kritis di RSUD Rantauprapat viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan pendamping pasien meluapkan emosi karena merasa pasien tidak mendapatkan pemeriksaan medis saat tiba di rumah sakit.

Video tersebut bahkan telah ditonton jutaan kali di media sosial. Menurut perekam video, Mely Panggabean, kejadian berlangsung pada Kamis sore saat dirinya mendampingi seorang pasien yang mengalami kecelakaan kerja.

Mely menyebut kondisi pasien saat itu cukup mengkhawatirkan karena mengalami pendarahan dari kedua telinga dan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setibanya di RSUD Rantauprapat, Mely mengaku hanya bertemu petugas keamanan di pintu masuk IGD.

Dia mempertanyakan kondisi tersebut karena pasien datang dalam keadaan darurat dan membutuhkan pertolongan segera. Dia mengaku kecewa karena merasa pasien belum mendapatkan pemeriksaan awal dari tenaga medis.

Pihak RSUD Rantauprapat menegaskan petugas keamanan bukan pihak yang memiliki kewenangan menentukan pasien diterima atau ditolak.

Menurut Dokter Yudha, tugas petugas keamanan di pintu masuk IGD adalah membantu proses kedatangan pasien, termasuk membantu pasien turun dari kendaraan.

"Sebenarnya fungsi petugas keamanan selain untuk keamanan, juga mendampingi, membantu pasien bila turun dari mobil," ucapnya.

Dia menjelaskan, saat kejadian tenaga medis sedang menangani pasien lain, termasuk beberapa pasien yang berada dalam zona merah dan membutuhkan penanganan segera. Tidak adanya tenaga medis yang langsung menyambut pasien di pintu masuk karena kondisi IGD sedang padat dengan pasien yang membutuhkan pertolongan.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut